Why Not?
Shinta masih menikmati buburnya.
“Yang kecil udah kenal pacaran, yang tengah mau S2, yang sulung malah udah mau pisah rumah.” Shinta membelalakkan mata mendengar penuturan Adi, untung saja tidak tersedak. Justru Rheyner yang sekarang batuk-batuk.
“Kamu mau tinggalin rumah ini, Rhey?”
“Papa apa-apaan, sih. Mana ada Rheyner bilang mau pindah rumah? Mama jangan percaya sama Papa, deh,” sangkal Rheyner setelah batuknya tuntas.
Chapitres populaires