Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dirty Office

Dirty Office

"Tiba-tiba kepalaku berputar, dan bau parfummu... Kenapa baunya jadi sangat tajam dan membuatku mual?" ​Aruna mengernyit, lalu sebuah senyuman geli muncul di bibirnya. Ia mengelus kepala Keenan yang kini bersandar manja di dadanya. "Keenan, parfum ini yang selalu kupakai dan kamu bilang kamu paling suka bau ini karena menggairahkan." ​"Sekarang baunya seperti... Seperti mangga busuk," gerutu Keenan sambil memejamkan mata. "Dan Aruna... Kenapa aku tiba-tiba ingin sekali makan rujak bebek di pinggir jalan?"
1034.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Sang Dukun Seruling Dan Muridnya

Lekir tak mundur meski siapapun waras pasti akan menyingkir dari jarak sedekat itu. Gerrrr... Raungan ganas membuat wajah Sekar tertiup angin bau amis hewan. Hewan itu tidak tahu jika dia telah menyinggung makhluk paling tinggi di tingkatan rantai makanan. Sekar menahan napas refleks, menoleh ke arah raungan itu sambil memicingkan mata karena dorongan angin yang membawa aroma busuk. Bau amis itu seperti campuran ikan busuk yang ditimbun tanpa di rawat dan juga lendir laut yang dipanaskan matahari.
999 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Ada variabel yang tidak bisa ia masukkan ke dalam tabel Excel: aroma tubuh Citra. Bukan lagi bau obat atau antiseptik. Ini adalah aroma kulit yang sedang berjuang, aroma melati yang samar, dan sesuatu yang manis seperti vanila yang hangus. Raka menundukkan kepalanya. Ia mencium pundak Citra yang lembap oleh keringat. Lidahnya tanpa sadar mengecap rasa asin dari peluh gadis itu di garis lehernya.
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
JODOHKU TERLIHAT CULUN TERNYATA SEORANG KONGLOMERAT

JODOHKU TERLIHAT CULUN TERNYATA SEORANG KONGLOMERAT

Tiba—tiba terdengar suara santer disusul tercium semerbak aroma yang sangat tak tertahankan. "Gile! Kamu kentut gak tau diri bener sih." Aku ceples pantat Erik dengan kesal. Baunya ampun—ampun dah, mana aku Iagi duduk dekat pantatnya yang telungkup itu Iagi! Bau itu langsung menerpa hidung aku dengan sangat leluasa! Aku meloncat mundur sambil menutup hidung. "Bau kentut Kamu Erik! Harum mewangi semerbak sepanjang masa!" sindir aku kesal.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

Aroma mistis yang sangat manis bercampur dengan hawa keperjakaan maskulin bener-bener menguar bebas, menembus sela-sela dinding papan gubuk kontrakannya yang lapuk. Wewangian magis itu menyebar dengan sangat cepat ke seluruh area pekarangan pekat sekitar lingkungan kontrakan sepi yang mendadak terasa mencekam. Suara gaduh yang sangat riuh mendadak terdengar bergemuruh dari arah atap seng gubuk, disusul suara erangan liar dari belasan ekor kucing tetangga sekitar. Efek uap feromon liar yang keluar dari rebusan kuali tanah liat itu bener-bener memicu reaksi biologis yang luar biasa ekstrem pada makhluk hidup berkaki empat.
67.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan CEO Lumpuh

Istri Dadakan CEO Lumpuh

Aroma parfum yang menguar dari tubuh suamiku terasa begitu menusuk hidung, berbau sangat busuk dan memuakkan di indra penciumanku. “Ugh! Samuel, tunggu! Itu parfum apa yang sedang kamu gunakan pagi ini?” tanyaku spontan sembari menutup hidungku rapat-rapat dengan telapak tangan, tubuhku refleks memundurkan diri menjauh darinya.
10562 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
Istri Gadai Marquess Kejam

Istri Gadai Marquess Kejam

"Kau melihat sesuatu?" Kuda itu kembali meringkik, kali ini lebih keras, sambil mengendus udara dengan cuping hidung yang kembang-kempis. Adrian mengerutkan kening. Dia tahu betul pada tingkah Orion jika ada sesuatu yang tidak beres. Dia lalu menutup matanya dan mencoba menajamkan indra penciumannya sendiri. Di balik aroma khas tanah basah, daun pinus yang membusuk, dan sisa-sisa air hujan, hidungnya yang terlatih menangkap sebuah aroma lain yang sangat spesifik.
10994 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

PRETT! PRETTT!! Sebuah tembakan gas beracun berbunyi nyaring, keluar tepat di depan muka Pak Husen dan Mas Syukur. Bukan cuma nyaring, aromanya— astaga— seperti perpaduan antara telur busuk, gorengan basi dan bangkai tikus yang tewas di selokan. “Hooeeekkk!” Pak Husen langsung mual seketika, mukanya biru keunguan. Dia refleks melepaskan betisku lalu menutup hidung dengan dua tangannya.
1087.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai reeking
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status