Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Siapa Sang Kekasih

Siapa Sang Kekasih

Dalam sepanjang hidupnya, baru kali ini ia merasakan perasaan yang begitu memuakkan, kalah dengan penyakit yang bahkan dokter tidak tahu penyebabnya. "Brengsek," Makian Sean tertahan saat aroma parfum kembali menusuk hidungnya tajam. Ia bahkan tanpa sadar menutup hidungnya karena aroma yang begitu mengganggu. Bau parfum, makanan, bahkan bau badan yang menyengat menjadi satu. Sean berjalan cepat melewati koridor mal yang ramai. Perutnya semakin bergejolak, sekalipun ia mengeluarkan isi perutnya, itu semua tidak berhasil. Ia sudah mencobanya tadi.
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang reeking
Read
+Library
Wholehearted Love

Wholehearted Love

Tria merasa banyak sekali suara burung-burung yang sedang bercuitan di kepalanya. Hadeh ini burung siapa sih sekalinya bercuit berjamaah? Tapi tunggu... tunggu... sejak kapan kamarnya ada burung? Ia mengedip-ngedipkan matanya, sedikit silau oleh tirai yang sepertinya baru saja disibakkan. Hidung tajamnya mengendus-endus aroma parfum pria yang samar-samar ia kenali aromanya. Aroma parfum ini sepertinya berbahan dasar cengkeh dan musk. Ia seperti baru saja menghirup aroma parfum ini dari tubuh... Akbar! Astaghfirullahaladzim Allahuakbar, jangan-jangan dia ada di... di...
1026.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 652 Beses bilang reeking
Read
+Library
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Minyak laras senapan memiliki bau yang khas—tajam, sedikit manis, dan beraroma belerang encer yang langsung menempel di dinding tenggorokan jika dihirup terlalu lama dalam ruangan tertutup. Bagi Aira, bau itu adalah satu-satunya hal yang terasa akrab di tengah ketidakpastian kutub yang membekukan ini. CLIK. SREEEKK.
10586 viewsOngoingIdinagdag sa Library 14 Beses bilang reeking
Read
+Library
My Beautiful Adeline

My Beautiful Adeline

Tentu Adeline tidak lupa, tetapi jika dia berdiam seperti itu yang ada Adeline malah muntah. "Bukan seperti itu ... hanya saja kau memang benar-benar bau," jelas Adeline dengan lirikan takutnya. "Apa kau tidak mandi satu harian?" Karena penasaran, Kendrick mencium kemeja, lengan, dan juga ketiaknya— aromanya masih sama saja walau Kendrick tidak mandi seharian. Dia menggunakan parfum mahal dan karena sering berolahraga membuat keringatnya tidak menyengat ... lalu kenapa Adeline berani mengatainya seperti itu?
9.8102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 3.6K Beses bilang reeking
Ipakita ang mga Review (66)
Read
+Library
Sophia Setiawan
Thor lanjutannya please.. udah sabar menunggu ampe tiap hari ngecek kali2 udh ada up terbaru. apa boleh buat msh kecewa sampe hr ini.. tp selalu didoain biar othornya selalu sehat dan tetap semangat buat nulis lanjutan ceritanya.. Semangat yaa thor ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
Penghuni

Penghuni

Yang keluar adalah sesuatu yang lain. Pertama adalah baunya. Aroma tanah basah yang anyir, bercampur dengan wangi manis bunga kantil yang membusuk. Bau yang sama persis dengan bungkusan kain yang kubakar. Bau santet. Bau kuburan. Aroma itu merayap keluar dari celah pintu, mengalir di udara, dan menyergap hidung kami, membuat perutku seketika mual.
1.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 34 Beses bilang reeking
Read
+Library
Parfum Pemikat Wanita

Parfum Pemikat Wanita

Badru terbatuk saat asap hitam berbau wangi pekat itu tiba-tiba meledak dari balik dadanya. Ia mengibaskan asap tersebut dengan kesal. "Sial, ini efek apalagi?! Kenapa baunya sampai keluar asap gini? Apa ini udah kadaluarsa. Bajingan banget kalau emang beneran kadaluarsa tapi tetep dijual!" umpatnya sambil terus mengibas udara di sekitarnya. Badru berdiri di depan cermin retak di gubuknya. Ia meraih botol kaca berisi cairan warna madu pekat, lalu menyemprotkannya ke leher dan dada.
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 205 Beses bilang reeking
Read
+Library
Tertawan oleh Don Mafia

Tertawan oleh Don Mafia

Uap tipis naik ke udara, membawa aroma kayu yang menenangkan tanpa terasa manis berlebihan. "Sepertinya dia sangat menyukai aroma ini," gumamnya saat hidungnya mengendus aroma kayu-kayuan yang khas digunakan Silas sebagai parfum. Aroma yang terasa menempel dan yang dia benci mulai sekarang. Meski aroma itu terasa menenangkan untuknya. "Namanya cedarwood." Tubuh Iris membeku. Gerakannya yang menambahkan garam mandi refleks terhenti. Dia bahkan nyaris menjatuhkan botol tersebut dari tangannya.
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 66 Beses bilang reeking
Read
+Library
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

“Perubahan yang tiba-tiba dan besar seperti itu pasti membuat Anna terkejut. Saat seseorang ketakutan, dan suara di sekitarnya terlalu keras, mereka cenderung mengabaikan beberapa detail kecil.” Ainsley terdiam sejenak, lalu berkata, “Anna terus mengatakan dia mencium aroma aneh. Aku juga sudah menyelidiki parfum yang digunakan Adelar, tetapi tidak menemukan sesuatu yang istimewa.” Tuan Addison tersenyum penuh makna. “Papan reklame, suara keras, dan aroma… itu semua bisa jadi hanya tipuan.” “Tipuan?” Ainsley seolah tercerahkan.
9.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 247 Beses bilang reeking
Read
+Library
Istri Kedua Sang Jenderal

Istri Kedua Sang Jenderal

Anna menahan dada Kaiden dan mendorongnya mundur. “Kau berbau keringat, pasir, dan semak creosote.” Tawa Kaiden otomatis meledak. Ia mundur dan menatap Anna selagi tawanya terdengar memenuhi ruangan. Anna menutup mulutnya, tidak sadar bicara seperti itu. Mungkin karena kepalanya yang sakit. Tetapi sungguh, perpaduan aroma Kaiden sangat aneh—semak gurun creosote yang wangi dengan bau keringat dan pasir.
108.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 242 Beses bilang reeking
Read
+Library
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

“Astaga… jadi benar yang tadi dibilang orang itu. Sudah habis terbakar.” Sinta menggigit bibirnya. Tubuhnya terasa semakin tidak nyaman. Bau yang selama beberapa hari ini menghantuinya seolah semakin kuat, membuatnya sendiri mual. Ia mencoba menyemprotkan parfum kecil dari tasnya, lalu menyemprotkan ke leher dan tangannya. Rica spontan menutup hidung. “Sin… jangan disemprot lagi.” Sinta langsung menatapnya dengan wajah tersinggung. “Kenapa?”
1013.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 402 Beses bilang reeking
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status