Luka Yang Sisa Kenangan
Saat itu, ibunya begitu lemah sampai-sampai jarum pun sulit digenggam, tapi tetap memaksakan diri menyelesaikannya.
Di saat-saat terakhir hidupnya, dia menyerahkannya ke dalam genggaman Luna, sambil berbicara lembut, “Luna, ibu nggak bisa menemanimu lagi. Kalau nanti kamu rindu dengan ibu, lihat saja boneka ini….”
Kemudian, Luna diam-diam memasukkan abu kremasi ibunya ke dalam boneka itu. Setiap malam dia tidur dengan memeluknya, melewati malam-malam yang berat.
Hot Chapters