Racun Mertua
Mereka saling bergantian menyahut dan memeriksa cincin itu.
"Kualitasnya ane bagus a ,w* sio w* si jia untung be ie mikkia. Tan w* heng aja."
Hanya kalimat itu yang aku mengerti sedikit, itupun karena perempuan bernama Rista ini, berbicara dengan jeda yang lambat.
"Oke, saya terima ya. Tapi tidak banyak ya, Mom. Hanya sembilan puluh lima, dan tanda tangani ini dulu," ucapnya memberikan kertas bermaterai
Hot Chapters