Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Benang Merah

Benang Merah

tanya Malvim cemas. "Hm, masih sakit sih Kak, tapi ayo kita pulang saja" jawab Aileen lemas. Ketika Aileen berdiri dari bangku halte itu, betapa terkejutnya Malvin melihat bagian belakang celana Aileen. Celana ia dipenuhi noda darah, sialnya kala itu Aileen memakai celana jeans pendek berwarna putih gading, sehingga terpampang nyata darah merah itu tembus mengenai celananya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Remuk. "Hellooo!" aku mengucapkan kata itu dengan sangat keras ketika masuk ke dalam rumah dari pintu belakang, "Hellooo …!" Tangisku semakin menghujan deras setelah menghempaskan diri di sofa ruang keluarga. Ruang multi fungsi. Aaahhh, terserah, ruang apa. Aku benar-benar remuk sekarang, seremuk-remuknya. Remah-remah roti pun masih lebih bagus jika dibandingkan dengan hatiku.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 817 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI

KULTIVATOR TITISAN IBLIS SURGAWI

"Aku harus lebih serius dan fokus lagi. anak itu dan jurus itu kalau tidak di antisipasi lebih mendalam, aku pasti akan mengalami luka dalam yang mendalam" Selesai ia bergumam dengan pelan, Sosok dari Pria Paruh Baya itu pun mengucapkan 2 kata. "REDAMAN EMOSI" Satu tangan nya bergerak ringan membuat pola-pola rumit. sebuah manifestasi energi hitam keunguan membungkus seluruh tubuhnya persis hal nya seperti sebuah kepompong. Sosok itu pun bergerak cepat menghantam serangan yang sudah di lancarkan oleh Qin Shan. sebelumnya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

Gumam Paula. **** 📍Wang’s House -Dalam Kamar- Elisabeth membuka pintu kamar Jexon perlahan, membiarkan cahaya dari koridor masuk ke dalam ruangan yang temaram. Jexon duduk di sofa di dekat jendela, mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung. Di tangannya ada segelas anggur merah, sementara tatapannya kosong, menembus kaca jendela yang memantulkan bayangan dirinya sendiri.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
Dendam Mantan!

Dendam Mantan!

"Ada apa ini kok rame?" Setelah Rainer, kini pria lain di rumah datang menghampiri dan bukan orang asing, dia adalah Raiden—sang empu rumah alias ayah kandung dari si kembar Rajendra dan Rainer. Memakai kaos berkerah, Raiden terlihat masih bugar di usianya yang tak lagi muda dan yang menarik perhatian, pria itu terlihat memakai kaca mata yang membuat Kalania tentu saja terpesona.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
MERTUA IDAMAN

MERTUA IDAMAN

“Sungguh? Tapi itu kemeja baru, kan? Baru beli beberapa hari lalu. Mas Yusuf gak kecewa sama aku?” “Memangnya stock kemeja itu hanya satu di tokonya? Enggak, kan? Kemejaku yang lain juga masih banyak, kok.” Almira menunduk. “Maaf, ya, aku gagal.” Nada bicaranya terdengar cukup pelan. Aku memegang dagunya yang tampak terbelah. Kuangkat wajahnya agar mengarah ke arahku. “Kenapa sedih?”
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Lidah api berwarna merah tampak menjilat-jilat ganas pintu ruko. Suri semakin histeris. Bayangan semua kerja kerasnya habis dilalap api membuat logikanya buntu. Ia tidak mempedulikan apapun lagi. Termasuk juga bentakan Damar. Sementara Damar juga tidak mempedulikan amukan Suri. Ia menulikan telinga dan membiarkan Suri terus memukuli punggungnya dalam posisi terbalik. Damar hanya fokus membawa Suri menjauh dari kekacauan ini. Panasnya udara dan asap tebal yang terhirup olehnya, membuatnya terbatuk-batuk hebat. Namun semua kekacauan ini tidak ada artinya jika dibandingakan dengan kekacauan hatinya sekitar setengah jam yang lalu.
1082.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
DENDAM MANTAN ISTRI

DENDAM MANTAN ISTRI

“Mulai sekarang, kau tidak lagi bersama ayahmu. Jadi kau harus belajar mengatasi semuanya sendiri. Aku tidak yakin bisa bersamamu seterusnya. Moreano sudah melanggar perjanjian.” “Perjanjian?” “The Bones.” Mala tiba-tiba teringat kepingan logam berlogo dua tulang bersilang. “The Bones? Paman anggota gang motor itu?” Jimmy tidak menjawab. Dia bangkit dari duduk dan membuka pintu pondok. Menyadari bahwa pegangan pintu sedikit longgar. Dia menggerak-gerakkan pegangan pintu itu berkali-kali–memastikan kalau memang benar-benar longgar. “Aku akan meminta Hudson memasang pengaman di pintu dan jendela. Kau bisa berenang?”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Sementara saat Dave pulang tengah malam, Sheila menerima pesan asing. [Malam ini di lantai atas seru banget, aku nggak bisa kendalikan diri, jadi ada cakaran tertinggal di tubuh mantanku.] [Harus diakui, mantanku emang hebat, pinggulnya seperti motor.] Sheila melihat Dave yang mabuk di tempat tidur, dua kancing bajunya terbuka, dadanya penuh dengan cakaran. Kemeja putih yang dia kenakan adalah kemeja pasangan yang dia pesan pada ulang tahun pernikahan mereka tahun lalu.
36.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

“Biksu Chi! Apa kau ingin kuil mu menjadi tempat pertumpahan darah? Tanya Dewa Tongkat Merah berusaha mengalihkan perhatian para pendekar dari omongan Yu Lai. “Jika Elmaut berwajah merah mau mengembalikan kitab Hud Kong Singkang dan bersedia mengeluarkan ilmu tersebut dari dalam tubuhnya, kami pihak Siauw Lim Pai akan melepaskan Elmaut Berwajah Merah serta tidak lagi mempersoalkan siapa pencuri kitab,” Kauwcu dari partai Siauw Lim Pai membalas perkataan Dewa Tongkat Merah.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai remuk redam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status