MERTUA IDAMAN
“Sungguh? Tapi itu kemeja baru, kan? Baru beli beberapa hari lalu. Mas Yusuf gak kecewa sama aku?”
“Memangnya stock kemeja itu hanya satu di tokonya? Enggak, kan? Kemejaku yang lain juga masih banyak, kok.”
Almira menunduk. “Maaf, ya, aku gagal.” Nada bicaranya terdengar cukup pelan.
Aku memegang dagunya yang tampak terbelah. Kuangkat wajahnya agar mengarah ke arahku. “Kenapa sedih?”