Rayuan Maut Para Tetanggaku
“Dari dulu aku menginginkan ini. Kamu pria yang hot dan seksi, sampai membuat para wanita tergila-gila padamu.”
Aku tidak bisa menjawabnya, seolah-olah suaraku menghilang. Aku hanya bisa menatapnya. Tubuhku terasa sangat gerah, sampai keringat mulai membasahi dahiku dan dadaku yang kencang.
Satu per satu, Mbak Renata membuka kancing kemejaku dengan gerakan sensual, sampai semuanya terlepas. Dia menarik kedua sisi kemejaku, dan pakaian itu pun jatuh ke lantai, meninggalkanku telanjang dada.