Renjana
Bentak sang analis menyadarkanku dari segala imajinasi mengerikan dalam otakku.
"Jangan tegang, rileks saja, kalau kamu tegang nanti darahnya tidak mau keluar," sang analis memberi nasihatnya padaku. "darah, darah, merah, luka, pedih, perih, sakit, tertusuk," semua kata-kata itu berseliweran di otakku, kini aku mulai pening, ku pegang pelipisku dengan tangan kanan, aku mulai tertunduk berusaha menahan.
Hot Chapters