Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang
Tangannya masih terus mengusap wajah dengan wajah tidak nyaman.
El tidak bisa istirahat. Lagi dan lagi, ketika merebahkan diri, pikirannya berkeliaran entah ke mana, mengingat banyak hal yang tidak ingin dia ingat. Kadang, dia membayangkan panti. Kecil, kumuh, tak semua anak di sana baik, tapi dia selalu merasa aman. Kadang teringat Rheiner, dan amarah memberitahunya bahwa Rheiner belum benar-benar pergi dari hatinya.