Rayuan Maut Para Tetanggaku
Langkahnya anggun, sementara aku berusaha menyamakan langkahku, menjaga postur tubuhku agar terlihat profesional dan gagah, seperti yang sering ia puji.
Begitu masuk, suasana di dalam restoran terasa seperti perpindahan ke dunia lain. Interiornya didominasi kayu gelap, chandelier kristal yang menggantung rendah, dan taplak meja putih bersih. Musik klasik Italia mengalun pelan, dan aroma truffle serta keju Parmesan menguar lembut di udara. Restoran itu penuh, dan aku perhatikan, semua yang makan di sana bukan orang biasa; mereka semua adalah eksekutif, diplomat, atau sosialita.
Mbak Renata dipersilakan menuju sebuah meja bundar di sudut ruangan yang lebih privat.