Jebakan Salon
Leonard ditahan karena sengaja melukai orang lain.
Aku sendiri jatuh dalam depresi, jadi sensitif, penuh curiga, dan sulit percaya orang lain.
Ken sempat datang menjengukku. Melihat keadaanku, dia merasa sangat bersalah.
“Kak, kalau dari awal aku bilang rencana mereka, kamu pasti tidak akan seperti ini, kan?”
Melihat wajah Ken yang tulus menyesal, hatiku perlahan luluh. Rasa sedih yang dulu begitu besar, kini tidak lagi terasa seberat itu.