Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

desis Zaara saat mendengar penjelasan satu per satu benda seni. “Aku hanya membaca keterangan saja,” jawab Haidar merendah. “Tidak,” “Apa maksudmu tidak?” “Kamu menghafal betul benda seni di sini. Kamu tidak membaca keterangan atau apapun itu. Kamu menjelaskan berdasarkan pengetahuan dan wawasanmu dalam bidang seni. Kamu bukan pengunjung, aku keliru,” kekeh Zaara menganalisa.“Kesimpulannya kamu adalah seorang seniman, bukan pengunjung pameran,” cetus Zaara berhasil membuat Haidar melongo.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as review imah seniman
Read
+Library
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

Tapi dia menyembunyikan kebingungannya dengan baik, tetap tersenyum dan berusaha tampak percaya diri. "Dan sekarang," ucap Bumi dengan suara lebih ringan, "mari kita kembali ke tujuan utama kita malam ini. Mari kita hargai karya-karya luar biasa dari para seniman berbakat ini." Dia memberi isyarat, dan layar besar kini menampilkan video yang seharusnya—profil menginspirasi dari para seniman disabilitas dengan karya-karya mereka yang memukau.
1037.5K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as review imah seniman
Read
+Library
Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

tanya Wu Tian. "Benar, Nak! Kami sudah lama tertindas oleh perlakuan Cultivator di dunia ini yang terlalu semena-mena terhadap kalangan biasa seperti kami. Bahkan kami tidak ada nilainya sama sekali di mata mereka! berbeda debgan Jenius Bela Diri yang sangat menghargai rakyat kecil walaupun kehebatannya sangat luar biasa!" sahut paman petani.
10121.0K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as review imah seniman
Read
+Library
Marvin Rock Si Suami Terhebat

Marvin Rock Si Suami Terhebat

imbuhnya dengan nada memuji. Mendengar itu, Viotta ingin muntah, lalu dia mendengus dan berkata, “Nikmati saja tehmu, mantan napi! Sudah kami bilang berhentilah membahas yang tidak perlu.” Vionna meneruskan, “Ya, kami lulusan seni dengan predikat cumlaude. Kami berdua penggemar berat karya Leo Picasso. Sudahlah, kau juga tidak kenal dengan beliau, Marvin?”
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 434 Times as review imah seniman
Read
+Library
Kama Sutra

Kama Sutra

“Pameran? Apa itu tidak terlalu berlebihan, Selena? Lukisanku tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan lukisanmu yang sangat cantik.” Selena terkekeh. “Hei, kenapa kau malah membandingkan dengan punyaku? Sudah jelas lukisan kita berbeda. Punyamu Impresionisme, sedangkan aliranku abstrak.” “Tapi aku masih tidak percaya diri jika lukisanku harus berjajar dengan lukisan para pelukis handal, Selena.”
10117.4K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as review imah seniman
Show Reviews (61)
Read
+Library
Lasma Wati
akhirnya ending juga ... makasi kk novelnya bagus banget , smoga kama tenang disana dan sutra dan anak anaknya ikhlas. kama pergi hadir lagi kama junior .......... sukses karya ,sukses juga bikin aku kebawa suasaba saat baca...
Jw Hasya
Terima masih untuk pembaca KamaSutra, berkat kalian saya bisa menuntaskan sampai akhir cerita. Setiap cerita ada kenangan manis, pun luka. Seperti Sutra dan Kama, mereka saling merasakan kehilangan. Mohon maaf kalau nggak sesuai ekspektasi. Tunggu karya saya selanjutnya. Saya sayang kalian semua.
Read All Reviews
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

“Sudah aku katakan, aku tidak mengerti tentang seni. Aku hanya tahu apa yang dilihat oleh mataku. Dan aku merasa lukisanmu indah. Itu cukup. Aku tidak peduli dengan nilai seni dan yang lainnya.” “Mungkin kau menganggap lukisanku indah, karena memang hanya lukisanku yang pernah kau lihat. Kau perlu melihat lukisan orang lain, jadi kau bisa memberikan penilaian yang lebih objektif.” Bree menutupi malu akibat pujian itu dengan mengkritik kemampuan Rad.
9.538.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as review imah seniman
Read
+Library
Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

gumam Davian, dan nada suaranya berubah dingin dalam sekejap. “Benar, Tuan,” lanjut staf itu tanpa menyadari perubahan atmosfer di sekitarnya. “Lukisan itu sudah mendapatkan penghargaan internasional lebih dari lima kali berturut-turut. Kritikus seni menyebutnya sebagai mahakarya yang emosional.” Davian berdeham keras dengan rahang mengeras. “Cukup. Berhenti membahas pria itu. Aku tidak tertarik mendengar daftar prestasinya yang membosankan.”
109.6K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as review imah seniman
Read
+Library
Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Di ruang studio kaca besar, bersama seniman-seniman muda dari seluruh dunia, ia merasa kecil… tapi kuat. Lalu masuklah Agnese Bellotti, seniman senior dengan reputasi tinggi dalam komunitas seni Eropa. Berambut perak seperti kabut pagi dan bibir tajam seperti pisau palet, wanita itu mendekati kanvas Nadiya dan berkata dalam bahasa Inggris yang tajam: “Your strokes… they’re emotional. But messy. Like someone who still hasn’t resolved their past.” Nadiya hanya menatapnya, menahan reaksi. Tapi matanya menyala. Ia tahu ini bukan hanya kritik teknik. Ini penghakiman diam-diam terhadap siapa dirinya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as review imah seniman
Read
+Library
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

Ucapan itu seperti tamparan lembut yang mengingatkannya akan tujuan awalnya, bahwa seni adalah bagian dari dirinya yang sejati, bukan hanya media untuk popularitas atau perhatian. Ratna menatap seniman itu dengan rasa syukur, lalu mengangguk. “Terima kasih, Pak. Saya… saya perlu diingatkan akan hal itu.” Suatu sore, Arum memutuskan untuk mengunjungi Ratna di galerinya. Tanpa pemberitahuan, ia datang membawa dua cangkir kopi, berharap bisa memberikan sedikit ketenangan kepada sahabatnya.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as review imah seniman
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status