Dosa dalam Cinta
Di tangannya, liontin retak milik Ananta tergenggam erat, dan denyutnya makin cepat, tiap kilatannya memercikkan percikan merah ke udara, membentuk garis-garis yang terhubung ke retakan di tanah.
Sosok itu membuka mulutnya, dan dari celah bibirnya yang retak, suara berat dan dingin kembali terdengar, membelah udara, masuk ke kepala Satrio seperti pisau tajam.
“Kau pikir cinta bisa menyelamatkanmu, Satrio? Cinta hanyalah alasan yang kau ciptakan... untuk menutupi kelemahanmu. Kau... adalah awal... dia... adalah akhir... dan ini... sudah ditulis.”
Hot Chapters