Selubung Memori
Air terjun ini tertutup barisan pohon, membuatnya tersembunyi, tetapi juga indah.
Aku menatap Gerha Reila—yang kurang lebih punya nuansa menenangkan. Dari belakang, Gerha Reila kelihatan begitu tenteram dengan pohon mangga sejuk. Kolam terbentuk seperti air mancur yang terus memancarkan air. Di sekelilingnya ada pagar kecil yang bisa kulompati, dan kelinci-kelinci lucu berkeliaran. Aku tahu pagar itu bukan untukku, tetapi untuk para kelinci agar tidak melompat. Dua kelinci menatapku, seperti mengamati orang yang tidak pernah mereka lihat—dan sorot itu seperti meminta makanan. Aku menghampiri, tetapi mereka kabur.
Hot Chapters