Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RUSAK

RUSAK

Tanpa mereka berdua sadari, perdebatan panjang mereka telah mengganggu orang lain yang masih dalam pengaruh obat penenang. Seharusnya Arjuna cukup lega karena ia tak perlu lagi menjawab pertanyaan dari Rima. Namun kini keadaannya akan jauh lebih tegang karena Safa terbangun dan melihat pria yang telah merusaknya berada di dalam ruangan yang sama.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

, rentetan pertanyaan keluar dari mulut Ganesha dengan raut wajah yang cemas. Ganindira tersenyum. “Aku sudah tidak apa – apa. Itu hanya pusing biasa jadi tidak usah cemas..”, jawabnya. “Syukurlah babe. aku takut kalau kau kenapa – napa..” desah Ganesha lega. “Apa kau sudah lama pulang? Apa aku pingsan terlalu lama..?”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Half You

Half You

ucap Betty membuat Rubby merasa bersalah. "Maaf Beth, aku hanya tidak ingin menjadi penghambat kalian itu saja. Aku takut kalian terlalu menakutkan kehamilanku, dan semua menjadi terhambat. Maafkan aku." Sesal Rubby mengusap lengan Betty, tapi dari gerakan tubuh Betty wanita itu pun terlihat sedang memikirkan hal lain. "Kau memikirkan hal lain, Beth?" Betty menggeleng namun Rubby tahu jika Betty sedang risau, sama dengan yang terjadi padanya tadi.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Pria Arogan

Gelora Cinta Pria Arogan

“Mbak, tenang dulu. Mungkin semuanya nggak seburuk yang Mbak pikirkan.” Tiba-tiba Radit bicara, Brama sampai terheran. Dia sudah siap menerima umpatan dari Radit. Tahu kalau adik Rinjani itu sejak lama sudah tidak suka padanya. Siapa sangka, kalau dia akan jadi orang yang membelanya kali ini. “Kenapa? Aku menunggumu menyelesaikan masalah ini!” ujar Radit ketus. “Emosi sekarang, nggak akan menyelesaikan masalah, kan?”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Aku dan Keluargaku yang Selalu Dipandang Hina

Aku dan Keluargaku yang Selalu Dipandang Hina

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Tidak berhenti kalimat itu terucap dari bibir Sena, bagaimana Sena tidak bahagia karena hampir dua Minggu dia merasa tidak pernah tenang. " Ruri terimakasih ya atas bantuanmu, karena kamu semuanya sudah jelas dan sekarang aku merasa sangat lega. " Iya Sena, sama-sama ya. Aku senang melihat kamu sudah ceria seperti ini. " Iya Ruri , karena hal itu aku merasa tidak pernah tenang dan aku takut kalau orang tuaku sampai tau, aku tidak ingin mereka tau dengan segala permasalahan yang aku hadapi.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Hati yang Tak Direstui

Hati yang Tak Direstui

“Bukan cuma karena kopinya, tapi karena suasananya. Tenang, nggak ribut kayak kantin.” Nura menatap secangkir latte di depannya, menggulirkan jarinya di atas tutup gelas. “Aku juga suka… ruang yang tenang. Kayak gini tuh bikin aku bisa mikir lebih jernih. Walau…” ia berhenti sebentar, menarik napas pelan, “kadang hening itu malah bikin aku kepikiran hal-hal yang bikin jantung deg-degan.” Arthur tersenyum, matanya tak lepas dari wajah Nura. “Deg-degan gimana?”
10650 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Setelah Terlahir Kembali, Aku Tidak Membuat Keributan Lagi

Setelah Terlahir Kembali, Aku Tidak Membuat Keributan Lagi

Melihat Oliver tetap tinggal di kamar rawat setelah mendengarkan kata-katanya, Grace diam-diam merasa gembira. Namun, dia masih memasang ekspresi lemah dan sedih. Grace menghela napas pelan dan berkata, "Oliver, kenapa Kak Donna juga nggak lihat situasi waktu merajuk? Situasi Aaron sangat berbahaya, kenapa dia nggak bisa lebih pengertian ke kita, malah bersikeras membuat masalah di saat-saat seperti ini?"
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Cinta Rahasia Sang Dokter

Cinta Rahasia Sang Dokter

Agar Emery tidak bersedih lagi. Selama makan malam berlangsung, Ruben terus saja memerhatikan Emery. Rambut Emery masih basah. Dan itu sangat menarik perhatian Ruben. Dia jadi salah tingkah dan tidak tahu kenapa gelisah sekali di depan Emery. “Ada apa? Kenapa kamu tidak bisa diam?” tanya Emery polos. Dia terlihat tenang-tenang saja di saat Ruben memikirkan sesuatu yang kotor bersarang di otaknya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

Pria berjaket hitam itu tersenyum nakal. "Aku tidak sudi bertemu lagi sama kamu, sekarang kamu pergi dari sini." Sinta mengusir pria itu. Tetapi pria berjaket itu tidak merespon apa yang Sinta lakukan. "Kita bersenang-senang dulu, Sayang." Pria itu mendekat, lalu ikut naik ke atas tempat tidur. "Rian pergi, aku tidak sudi disentuh oleh kamu!" bentak Sinta. Matanya menatap tajam pada pria yang tak lain adalah Rian.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status