Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gara-Gara Bubble Gum, Aku Jatuh Ke Pelukan Bosku

Gara-Gara Bubble Gum, Aku Jatuh Ke Pelukan Bosku

ketenangan". Kamu udah nemuin versi tenangmu? Rania menatap layar lama, sebelum jempolnya menari lagi. Martabakmanis_Extrakeju: "Mungkin baru mulai nemu. Kadang tenang itu bukan berarti nggak ada masalah, tapi udah nggak terlalu peduli sama hal-hal yang dulu nyakitin." Balasan dari PangeranBerkudaPutih datang cepat kali ini.
678 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

rutuk Kenny. Setelah di kritik seperti itu, barulah Rookie memperlambat langkahnya sambil menghela napas. “Kau ini benar-benar makin berisik saja ya? Memangnya kenapa kalau kau sibuk? Gatal sekali bibirmu itu untuk bertanya? Kau juga tahu sendiri siapa yang menjadi alasanku jadi sibuk begini,” balas Rookie juga dengan merutuk balik.
94.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Penyamaran Saudara Kembar

Penyamaran Saudara Kembar

Kintan pun akhirnya menguatkan kedua lutut untuk berdiri dan membuka pintu. "Mbak Kintan nggak apa-apa? Maaf, aku nggak bermaksud lancang, tapi aku nggak sengaja dengar suara keributan dari sini," tanya Ratri dengan wajah cemas. Dia memperhatikan bosnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ratri mengesampingkan rasa sungkan untuk memastikan bahwa Kintan baik-baik saja. Masalahnya, Devan keluar dari toko roti dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Mengandung Benih Mantan Setelah Berpisah

Mengandung Benih Mantan Setelah Berpisah

ucap Ryu datar, ia pikir percuma saja berbicara kalau Renata masih berapi-api seperti itu makanya Ryu mencoba mengalah untuk tidak membalas dengan teriakan. Melihat sikap Ryu yang tampak tenang, membuat Renata meradang. Kenapa Ryu bisa sesantai itu padahal masalah yang mereka hadapi bukanlah masalah kecil. “Sudah puas kamu bersama dengan jalangmu itu, Mas!” teriak Renata dengan penuh amarah, masih belum puas menumpahkan kekesalannya. Hatinya sakit tetapi kenapa Ryu tidak ada niatan untuk memperbaiki hubungan dengannya. Sikap Ryu terlalu tenang dan sulit ditebak.
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 799 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

sahut Lidia angkuh. “Mohon maaf atas sikap Kenzo dan hal-hal yang membuat kalian tidak nyaman. Lain kali, mari kita lakukan lagi,” ajak Brata. Ia menyayangkan hal seperti ini terjadi. Sebab, pertemuan yang seharusnya berlangsung tenang, malah didominasi keributan-keributan dan perselisihan. “Tidak masalah,” ucap Yudha dan Rianti memaklumi.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

jawab Reza cepat, berusaha terdengar santai meskipun ada nada bersalah yang gagal ia sembunyikan. Ruby hanya tersenyum kecut di dalam hati. Fokus berdua? Batinnya meradang. Bagaimana ia bisa menceritakan masalah sebesar Dimas, menceritakan ancaman video yang bisa menghancurkan rumah tangga mereka, sementara suaminya sendiri tampaknya belum selesai berurusan dengan masa lalunya?
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Mungkin bukan mereka yang menangis. Mungkin itu bagian dari kita yang ikut bersedih.” Risa menghela napas. “Kau selalu punya cara aneh untuk menenangkan orang.” “Karena dunia ini terlalu ribut,” jawab Bara datar. “Kalau kita tidak belajar tenang, kita akan ditelan kebisingan.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Sebatas Rahim Sewaan Tuan CEO

Sebatas Rahim Sewaan Tuan CEO

Ketegangan memuncak. Hingga seorang pria muda berwajah tampan datang menghampiri. Wibawanya tenang, suaranya penuh sopan santun. “Nyonya, silakan duduk dulu. Mari kita bicara baik-baik.” Nyonya Ruby menghela napas kasar. Sejak awal ia bicara baik-baik, namun tak digubris. Kini emosi bercampur khawatir membuatnya sulit tenang.
1068.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft

Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft

“Aku hanya ingin hidup tenang… punya keluarga yang rukun… tidak menyusahkan siapa pun… tapi mengapa harus seperti ini?” Arya hanya bisa berdiri di sana, kaku seperti patung yang retaknya terlalu banyak untuk diperbaiki. Dia mengulurkan tangan, namun Retno menggeleng, menahan bahunya sendiri seolah takut roboh jika disentuh. Tangis Retno merayap ke seluruh ruangan, merambati dinding dan langit-langit. Arya menunduk, menelan getir yang sudah terlalu sering dia tunda.
9.986.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

Pertanyaan sederhana itu membuat keduanya saling berpandangan sesaat. Intan kembali memasang wajah tenang. "Kami hanya ingin semuanya tetap damai." "Kedamaian yang dibangun di atas fitnah bukanlah kedamaian." Shen mengucapkannya tanpa nada tinggi. Justru ketenangannya membuat kedua perempuan di hadapannya semakin sulit mengendalikan emosi. Ratna akhirnya membuka tas yang sejak tadi dibawanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai ribut tidak tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status