Resep Rahasia Sang Pecundang
Kabut itu bergerak tidak wajar, tidak terbawa angin, melainkan mengalir seperti cairan kental di atas tanah, berkumpul menuju satu titik: piring nasi goreng di hadapannya.
Radit membeku di tempat, lututnya lemas, terlalu takut untuk lari, terlalu ngeri untuk berteriak. Kabut itu kini mulai berputar pelan di sekeliling persembahannya, semakin tebal dan pekat, membentuk pusaran kecil yang menyembunyikan piring itu dari pandangannya.
Hot Chapters