Jurnal Sang Dokter
Romansa melihat bunga bunga indah tumbuh di taman, dia menghentikan langkahnya, merentangkan tangan, lalu menghirup udara pagi yang segar.
Dari jauh terlihat Rey mengarahkan matanya pada Romansa. Sekali lihat dia mulai merasakan sebuah perasaan unik yang dikenali dengan rasa penasaran. Dia mengamati Romansa, dengan sangat teliti. Wanita yang begitu cantik, dengan rambut indah yang terurai, Rey menebak mungkin usianya mendekati tiga puluhan, sama seperti dirinya.
Rey terlihat melangkah maju, hendak mendekat ke arah Romansa, tanpa ragu sama sekali. Tiba tiba ada dua orang perawat yang menabrak langkahnya.