Cinta yang Tak Bisa Kembali
Jasmine tak pernah menangis saat peluru menembus tubuhnya, tak menangis saat kulitnya robek terkena pisau, tak menangis meskipun tulangnya patah saat bertarung melawan penjahat.
Namun, hari itu dia berlari keluar rumah sambil menangis. Di belakangnya, suara Zayn yang marah masih menggema. "Pergi sana! Kalau sudah pergi, jangan pernah balik lagi!"
Tenggelam dalam ingatan itu, Jasmine tanpa sadar sampai di bank. Dia memindahkan semua tabungan selama bertahun-tahun ke satu kartu baru, hanya 240 juta. Jumlah itu tidak berarti apa-apa bagi Keluarga Sunanta, tetapi bagi Jasmine, itu adalah hal terakhir yang bisa dia tinggalkan untuk putranya.