Sentuhan Panas Papa Tiri Suamiku
"Nggak masalah, Papa punya tingkat kesabaran yang cukup. Tapi ... belakangan ini kesabaran Papa sedikit diuji, sepertinya ada sesuatu yang membuat Papa jadi nggak sabaran lagi."
Rinoa yang duduk menyamping di pangkuan Barra itu pun seketika menatap ke arah Barra. "Apa, Pa?"
"Kamu ... kamu yang bikin Papa jadi nggak sabaran, Noa." Jari-jari Barra yang tadi menyusuri rambut Rinoa kini berpindah ke pipi Rinoa. Perlahan jari itu mengelus lembut pipi Rinoa, lalu berpindah ke bibir Rinoa. "Papa sengaja makan malam dalam porsi yang sedikit, karena makan malam utama Papa ada di sini."