Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

Bagi Jihan Selaras, dunia adalah deretan nada yang harus harmoni. Namun, harmoninya selalu rusak oleh satu nama: Jagad Rayyan. Cowok ambisius, Ketua OSIS, kapten basket, dan si peringkat pertama yang hanya menyisakan angka 0,2 di atas nilai Jihan. Bagi Jihan, Jagad adalah rival yang harus dikalahkan. Bagi Jagad Rayyan, menjadi nomor satu bukanlah pilihan, melainkan tuntutan. Di balik ban lengan OSIS dan sorak-sorai di lapangan basket, Jagad hidup dalam ruang hampa yang didikte oleh ekspektasi ayahnya. Baginya, Jihan bukan sekadar rival, tapi satu-satunya orang yang berani menatap matanya tanpa rasa takut. Saat Jagad memangkas anggaran ruang musik demi lapangan futsal, genderang perang ditabuh. Jihan tidak tinggal diam. Namun, di antara debat panas di ruang OSIS dan latihan hingga larut malam di sekolah, mereka menemukan retakan di balik topeng masing-masing. Jagad yang kesepian di puncak, dan Jihan yang berjuang demi harga diri. Di antara denting piano dan pantulan bola basket, apakah dua dunia yang saling bertabrakan ini bisa menciptakan satu harmoni yang sama? Atau mereka selamanya akan menjadi garis paralel yang bersaing tanpa pernah bisa bersatu?
535 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Bukan Jendral Tapi Pangeran

Bukan Jendral Tapi Pangeran

Rat!hka saja
Pangeran Ibram Al-Ikram terpaksa menjadi Pangeran Makhota Kerajaan Akhtaran. Demi kakaknya, Raja Abram Al-Abrar yang belum juga dikaruniai pewaris dengan sebuah syarat. Ia hanya akan menikah dengan gadis pilihannya dan tidak boleh ada yang berhak mengatur istrinya, termasuk raja. Raja Abram tak punya pilihan dan setuju meski beberapa mentri kerajaan keberatan. Kedamaian kerajaan terusik saat ratu diracuni dan para tabib tidak memiliki penawarnya. Diambang keputusasaan, seorang tabib memberitahukan rumor tanaman langka miliki Ratu Maura dari Kerajaan Dharmajaya. Ibram menyanggupi syarat apapun dari Ratu Maura dengan menyamar sebagai Jendral Harimau Putih utusan kerajaannya. Ratu Maura menambahkan syarat agar jendral menghadiri pertunangan putrinya dengan Pangeran Kerajaan Jaraban. Setidaknya kehadiran jendral yang terkenal itu disegani tamu kerajaan lain dan tidak mengacaukan pertunangan putrinya, Putri Ahana. Pertunangan yang jadi harapan Kerajaan Dharmajaya, justru berubah menjadi kacau karena Ahana yang terkenal dengan kecantikannya terlihat buruk rupa dan langsung ditolak Pangeran Jaraban. Ketika Raja Kerajaan Jaraban berteriak di hadapan semua tamu, siapa yang sudi menikahi putri buruk rupa itu? Jendral Harimau Putih mengatakan dirinya bersedia dan mengejutkan semua orang. "Kau bodoh Jendral, memungut sesuatu yang sudah dibuang putraku," ucapnya angkuh dan para tamu pun tertawa. "Anda lebih bodoh lagi, melepas sesuatu yang berharga saat kesempatan itu ada dalam genggaman kalian. Yang Mulia Ratu Maura, aku Pangeran Ibram Al-Ikram dari Kerajaan Akhtaran meminta izin meminang putrimu, Putri Ahana sebagai satu-satunya istriku," ucapnya seraya membuka topeng harimaunya. Apakah jawaban Ratu Maura? Bersediakah Ahana menjadi istri Pangeran Ibram saat gadis itu dilema, ingin menjadi rakyat biasa atau menyelamatkan harga dirinya? Apakah Ibram akan menarik kata-katanya saat mendengar pengakuan Ahana jika dirinya tidak memiliki agama yang kembali mengejutkan semua orang?
108.5K viewsOngoingAdded to Library 228 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

Saat aku sedang hamil enam bulan, adikku mengalami kecelakaan dan sangat membutuhkan transfusi darah. Setelah diperiksa, hanya golongan darahku yang cocok untuknya. Namun, diriku yang mengalami mual selama kehamilan sangat lelah, sehingga aku menolaknya. Akan tetapi, keluargaku memaksaku untuk pergi ke ruang transfusi darah. Aku tidak sanggup melawan, jadi hanya bisa meminta bantuan suamiku. Tanpa diduga, dia berpangku tangan. "Mumpung kondisimu baik-baik saja, jadi nggak masalah untuk mendonorkan darah. Hanna berbeda, dia punya masa depan yang cerah, jangan sampai menundanya." Setelah operasi, aku pingsan di ruang transfusi darah. Hal pertama yang aku lakukan setelah sadar adalah membuat janji untuk aborsi.
27.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Suamiku Ternyata Pembunuh Ibuku

Suamiku Ternyata Pembunuh Ibuku

Ibu sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Aku berlutut memohon pada tunanganku yang menjabat sebagai kepala dokter, agar dia yang menjadi dokter utama dalam operasi itu. Namun di luar ruang ICU, dia malah menangani lutut Isabel yang lecet dengan hati-hati. Dalam keputusasaan, sahabat masa kecilku sekaligus direktur rumah sakit, Rayner, mendorong pintu ruang operasi dan menyerahkan sebuah surat pernikahan kepadaku. "Menikahlah denganku, aku sendiri yang akan mengoperasi ibumu." Dengan tangan gemetar, aku menandatangani namaku. Aku hanya berharap dia bisa menyelamatkan nyawa ibuku. Namun, ibu tetap pergi selamanya di malam hujan itu. Rayner sendiri yang membantuku mengurus segala urusan setelah kematian ibuku. Pernikahan pun tetap berlangsung sesuai rencana. Tujuh tahun kemudian, aku malah mendengar percakapannya dengan wakil direktur di ruang arsip rumah sakit. "Rayner, waktu itu kenapa kamu memindahkan organ mendiang ibu mertuamu ke tubuh ibunya Isabel saat operasi? Apa kamu nggak takut ketahuan?" "Aku berutang pada Isabel." "Andai saja dulu aku nggak ragu-ragu, Isabel juga nggak akan memilih pergi ke Afrika untuk menjadi relawan medis dan Bibi nggak akan jatuh sakit karena terlalu khawatir."
4.0K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Di hari pernikahan, sahabat kecil tunanganku muncul di lokasi dengan mengenakan gaun pengantin yang sama persis denganku. Melihat mereka berdiri berdampingan menyambut tamu, aku tersenyum dan memuji bahwa mereka benar-benar pasangan yang serasi. Sahabat kecilnya langsung pergi dengan wajah malu dan kesal, sementara tunanganku menuduhku picik dan suka membuat keributan di hadapan semua orang. Setelah resepsi berakhir, dia malah pergi ke tempat bulan madu yang sudah kami pesan bersama sahabat kecilnya. Aku tidak menangis dan ribut, melainkan langsung menelepon pengacara.
5.1K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Terbongkarnya Pengkhianatan Suami dan Mertua

Terbongkarnya Pengkhianatan Suami dan Mertua

Khafassya
Fiona yang hendak kontrol ke dokter kandungan, dikejutkan dengan keluarnya suami dan mertua beserta seorang wanita hamil dari ruang USG. Siapakah wanita itu? Sanggupkah Fiona menahan amarah dan rasa curiganya?
103.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku

Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku

Aku mendaftarkan anakku ke playgroup dan tak disangka mereka memberiku kartu pijat di spa sebelah. Begitu memasuki ruang pijat, aku terkejut karena terapis terbaik yang memijatku itu melakukan sesuatu padaku….
4.0K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Selamat Tinggal Janji Delapan Tahun

Selamat Tinggal Janji Delapan Tahun

Di pernikahan sahabatku, buket bunga itu sempat direbut oleh seorang gadis, tapi kemudian tak sengaja jatuh ke pelukanku. Sahabatku, Shofia Lahda, langsung memberiku selamat, "Andin, pengantin selanjutnya giliran kamu ya." Para tamu pun secara serempak menoleh ke arah pria yang sudah kupacari selama delapan tahun, CEO Grup Argam, Lukas Argam. Namun, dia justru mengambil paksa buket itu dari tanganku dengan tenang, lalu memberikannya begitu saja kepada gadis di sampingku yang juga sekretarisnya, Terry. "Tadi orang lain yang dapat duluan." Dia mengusap rambutku dengan suara yang begitu lembut, "Nurut ya, balikin dulu ke Terry Gisela, kita udah sepakat nunggu kesempatan berikutnya." Lampu sorot dan tatapan para tamu pun mengikuti arah bunga itu, berpindah sepenuhnya kepada Terry. Aku menatap ekspresi Terry yang tampak terkejut sekaligus malu-malu, lalu mengelus perutku sambil tersenyum pahit. Lukas tidak tahu, kali ini tidak akan ada kesempatan berikutnya. Janji delapan tahun sudah terpenuhi, tapi kami tetap tidak kunjung melangkah ke jenjang pernikahan. Aku sudah menyanggupi permintaan orang tuaku yang merupakan anggota keluarga kerajaan, minggu depan aku akan pergi meninggalkan tempat ini untuk kembali ke Eropa dan mewarisi bisnis keluarga.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Suamiku Brondong

Suamiku Brondong

Cean
"Jangan pecat saya, Bu. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, saya mohon, Bu." "Shofi, masalahnya, kamu telah menyinggung tamu penting saya. Sekarang keputusan ada pada, Beliau." ujar Bu Hani. "Okey! Kamu boleh tetap bekerja di sini, tapi ada syaratnya." kata Yudha. "A-apa syaratnya?" tanya Shofi seperi mendapatkan jalan keluar. Yudha mendekatkan dirinya ke Shofi dan berbisik di telinganya. "Jadilah wanitaku!" Apakah Shofi menerima syarat yang diajukan dari Yudha? Yuk, ikutan kisahmya
109.5K viewsOngoingAdded to Library 305 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
Suami Meninggalkanku Saat Gempa, Dia Menyesal Saat Aku Memilih ke Selacau

Suami Meninggalkanku Saat Gempa, Dia Menyesal Saat Aku Memilih ke Selacau

Saat gempa dahsyat menghantam, suamiku justru mendorongku hingga jatuh demi menyelamatkan mahasiswi miskin yang selama ini dia santuni. Aku tertimbun reruntuhan. Batu-batu bata menghantam tubuhku hingga organ hatiku robek, dua tulang rusukku patah, dan bayi dalam kandunganku tewas karena lemas. Akan tetapi, tepat saat aku akan didorong masuk ke ruang gawat darurat, suamiku justru mencegat dokter. "Selamatkan Aisha dulu! Dia syok berat dan rentan anemia. Ambil darah Zoya saja, golongan darah mereka sama." Rumah sakit itu adalah milik Keluarga Aditya, keluarga suamiku. Dokter itu sempat ragu sejenak, tetapi akhirnya dengan tangan gemetar, dia menuruti perintah sang tuan muda. Akibat penanganan yang terlambat, janin yang mati di rahimku memicu infeksi parah. Aku mengalami pendarahan hebat dan terpaksa menjalani operasi pengangkatan. Di dalam ruang operasi yang senyap, sayup-sayup aku mendengar suamiku di ruangan sebelah sedang menyenandungkan lagu pengantar tidur demi menenangkan perempuan lain. Tak lama kemudian, perutku pun mengempis. Sambil menatap langit-langit ruang operasi yang pucat, keringat dan air mataku luruh menjadi satu. Dengan sisa tenaga yang ada, aku menekan tombol nomor telepon. "Guru, dalam program pengabdian mengajar ke Selacau minggu depan, aku juga mau ikut."
1.5K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as ruang tamu cafe
Read
+Library
PREV
1
...
89101112
...
43
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status