Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gosipin Si Boss

Gosipin Si Boss

Hari semakin gelap, cafe bernama ''Treasure' ini pun menjadi semakin ramai. Kebanyakan tamu yang datang berusia sekitar remaja akhir hingga usia pertengahan dua puluhan. Sementara menunggu pesanan datang, mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol, berfoto, dan bermain permainan papan yang tersedia di cafe ini. "Jadi, Bapak mau bicara apa?" tanyaku tak sabar.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi

Ratna, Nay dan Rafi kini menyibukkan hari hari mereka di cafe, bertiga bergotong royong melakukan semuanya bersama, dari memasak, melayani hingga membersihkan cafe, dibantu oleh enam orang yang mereka terima untuk membantu bekerja di cafe. Selain tempat yang sengaja di desain sangat menyenangkan, promosi yang mereka bertiga, lakukan pun sangat gencar, tidak heran bila setiap hari cafe selalu ramai. "Maaf, cafe sebentar lagi mau tutup, jadi–" "Ish, sombong banget! Mana owner-nya?" potong seorang tamu perempuan, yang datang bersama kedua temannya, yang tampak bukan asli pribumi.
9.856.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Ethereal

Ethereal

"Oh, mungkin wangi dari cafe di seberang sana, tuan." Damon dengan penasaran melirik ke arah satu-satunya cafe yang terlihat masih buka, sebuah cafe dengan ukuran yang tidak terlalu besar, tapi terlihat hangat dan nyaman. Hangat. Damon paling tidak tahan dengan dingin, terutama dingin hujan. Dan berteduh di dalam tempat yang hangat terdengar sangat menggiurkan untuknya. Apa lagi wangi makanan dari cafe tersebut bisa menembus kaca mobilnya, kalau memang sebaik itu, Damon bisa saja mengakusisi cafe beserta kokinya untuk menjadi bagian dari Gasendra Group.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Swing Partner

Swing Partner

Teman Gavin mengamati ruangan café. “Café ini didesain tanpa lekukan dan sekat. Open space di area dinning. Semua orang bisa melihat wajah para tamu tanpa harus sembunyi. Tadi kita masuk, kafe tidak begitu penuh. Hanya kita bersepuluh. Lalu 3 meja pengunjung lainnya,” menatap pelayan café, “Dia bukan salah satu pengunjung café?” Pelayan itu menggelengkan kepala.
820 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
The CEO Girl for The College Boy

The CEO Girl for The College Boy

“Masih beef bowl terenak yang pernah gue makan.” Putra berkata di sela-sela kunyahannya. Setelah selesai mengambil surat rekomendasi magang di TU, cowok itu dan Dhika makan di Kafe Kafe, kafe tempat Dhika bekerja part-time. Nama yang aneh? Definitely. Namun nama-nama unik seperti inilah yang menimbulkan kesan kekinian dan membuat orang-orang tertarik untuk mencoba. Apalagi di lingkungan dekat kampus yang sasaran utamanya mahasiswa. Nama Kafe Kafe yang unik juga diiringi dengan interior kafe yang menarik, seperti berteriak-teriak kepada cewek-cewek pecinta I*******m, “Ayo foto di sudut ini!” atau semacamnya. Ada tema musim gugur di satu sisi ruangan, lengkap dengan dedaunan dan rumput-rumput
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Konspirasi Cinta Pertama

Konspirasi Cinta Pertama

gerutu Karina di belakang Rani. Begitu masuk ke dalam ruangan cafe yang bernuansa taman, di sekelilingnya di penuhi tanaman hijau yang menyejukkan mata. Juga beberapa aneka bunga dengan warna-warna terang, indah dan sangat cantik. Karina memutar pandangan ke sekeliling. "Ya, Allah, Ran ... ini tempat untuk orang-orang dewasa pacaran!" bisik Karina menahan amarah. "Jadi kita pindah lagi? Keluar masuk 4 atau 5 cafe sampai nemu yang cocok seru tuh, ayo!" seru Rani masih bersemangat.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Belang si Janda Kembang

Belang si Janda Kembang

Keduanya melangkah mauk, dan memilih salah satu meja. "Jadi apa rencana kamu?" tanya Amy membuka pembicaraan, saat mereka menunggu pesanan. "Aku mau buka cafe, yang menyajikan menu-menu khas hotel bintang lima. Ada live musiknya, dengan harga kaki lima," papar Ade, tentang ide usaha yang ada di benaknya. Amy menganggukkan paham, seandainya ide itu terealisasi Amy yakin usaha yang dirintis si tomboy akan berkembang dengan cepat.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
KUTAMPAR KESOMBONGAN KELUARGAMU DENGAN UANGKU

KUTAMPAR KESOMBONGAN KELUARGAMU DENGAN UANGKU

Mas Raka langsung menuju ke dapur untuk membicarakan tambahan menu pada chef yang mengatur makanan di sini. Sebelumnya kami berencana untuk membuka restoran makan Padang. Tapi tidak jadi, kata Mas Raka lebih baik buka kafe saja. Buka kafe yang menunya cocok untuk semua kalangan, di kafe kami juga ada makanan Jepang dan Korea-nya. Seperti ramen, yakitori, kimbab, sushi, tteokbokki. Kafe kami juga di desain semenarik mungkin untuk para remaja yang suka berfoto selfie. Sangat cocok sekali untuk Instagramabel datang ke sini.
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Madu Di Kamar Tamu

Madu Di Kamar Tamu

tawar Nur. "Ibu belum lapar." "Baiklah, ayo kita ke ruang Laila saja. Di sini banyak orang," ajak Nur. *** Nur dan Halimah masuk ke dalam ruang kerja Laila. Laila segera berdiri saat Halimah ada di hadapannya. "Tante," ucap Laila. Laila hampir terhuyung karena berdiri mendadak. Dia merasa tidak enak jika dia berbaring saat ada tamu.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

kata Mey sambil liat sekeliling. "Karena kosong." kata Rafael. "Tapi nanti bakal ke isi sama hidup kita." "Aku suka itu. Pelan-pelan, nggak buru-buru." Mereka jalan, jelajahi setiap ruangan. "Ruang tamu ini bisa jadi nyaman banget kalau kita tambahin sofa yang nyaman, meja kopi, mungkin beberapa tanaman." kata Mey. "Dan TV di pasang di dinding sini?" Rafael nunjuk ke dinding yang kosong.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai ruang tamu cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status