Luka yang Disembunyikan Istriku
Aku mengambilkannya, kemudian memberikan pada Ani.
"Itu kunci buat Mas."
Eh? Aku terdiam mendengarnya. Kunci? Ini kunci apa?
"Itu kunci rumah, Mas. Rumah ini untuk Mas, Mama, sama Nisa. Untuk kalian, biar ada tempat tinggal."
Astaga. Aku benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi sekarang. Ani benar-benar baik padaku.
"Kamu serius, Ani?"