Terbuai Setelah Malam Pertama
sahut Dilan cepat dengan suara sedikit melengking menahan sakit di pahanya.
‘Sabar, Dilan, sabar. Cicilan rumah masih lima tahun lagi, cicilan mobil baru jalan delapan bulan. Kalau aku resign sekarang, minggu depan aku cuma bisa makan angin. Tapi kalau bertahan sama bos gila ini, yang ada aku kena serangan jantung sebelum sempat melunasinya,’ rintih Dilan dalam batinnya yang merana.
Bima memijat pangkal hidungnya, kasar. “Antara Mama, Papa, Veronica, atau orang terdekat Kiran.”