WANITA LAIN DI RUMAHKU
Alvaro menerimanya, lalu menyerahkannya kepada Arini dengan gerakan yang sangat sopan.
"Rumah ini milikmu sekarang, Arin. Secara utuh. Tanpa ada bayang-bayang pria itu lagi," ucap Alvaro lembut, suaranya hanya bisa didengar oleh Arini.
Arini menerima kunci itu, merasakan logam dinginnya di telapak tangan. Ia melangkah keluar ke halaman, berdiri di tengah jalanan perumahan elit yang tenang. Ia berbalik dan menatap rumah mewah tersebut, istana pasir yang dibangun Adrian di atas penderitaan orang lain. Kini, gerbang itu dikunci rapat dari dalam.
Hot Chapters