Ambil Saja Suamiku
Duduk di kursi beranda, Irwan berusaha menyembunyikan bagian bawah tubuh yang menonjol karena ulahnya dengan Sherin.
“Ada apa, pak?”
“Biasa Wan, ini jadwal ronda yang baru dan iuran bulanan,” jelas Pak RT.
“Oh, tapi untuk iuran tunggu Luna ya pak. Saya nggak pegang uang.”
“Iya nggak masalah, biasanya mertua lo suka ngasih lebih buat kas RT.”
Irwan mengangguk-angguk.
“Mpoknya Luna ke pasar juga? Lo sendiri ‘kan? Jangan berduaan di rumah, bisa bahaya kalian bukan muhrim,” cecar Pak RT.
Bab Populer