Diantar Ke Rumahku
Tapi Sondang selalu di hatinya, di ingatannya, menemani dia dengan kenangan akan kegembiraan dan tawanya.
Lagi-lagi, dipandangnya foto Sondang yang tersenyum memeluk Mamanya.
“Kalau kau mau, kau bisa membawanya,” suara Mama mengagetkannya.
Dia tahu, seperti biasa, Mama memang mengamatinya, meski tak selalu mengatakan apa yang dia lihat.
Idris menggeleng.
“Tidak usah, Ma. Biarkan foto itu tetap di situ. Sebagai salah satu cara saya untuk mengingat, bahwa tiap beberapa waktu, aku perlu pulang ke sini. Apalagi, ini adalah rumah keluargaku sendiri.”
Bab Populer