Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pura-pura Bukan Bangsawan

Pura-pura Bukan Bangsawan

tanya Dazai. "Aku sudah tidak membutuhkannya. Aku tidak akan kembali dalam waktu dekat. Lalu kalau pun aku kembali, aku akan menginap di hotel atau pun menyewa villa." "Bagaimana dengan kediaman keluarga Anda?" Kenma diam sejenak. Kediaman Keluarga Vermiliion. Kenma masih merasa bahwa kediaman itu tidak boleh dijamah oleh orang luar. Masih ada banyak sekali peninggalan Yuuji di sana.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 620 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
WANITA LAIN DI RUMAHKU

WANITA LAIN DI RUMAHKU

"Apalagi, Rin? Sertifikat rumah ini nilainya udah miliaran. Kamu nggak puas?" Arini tersenyum tipis, senyuman seorang istri yang tampak tidak mengerti nilai properti. "Bukan soal uang, Mas. Aku ingat almarhum ayah kamu dulu punya ruko tua di pinggiran kota, yang sekarang udah jadi gudang barang rongsokan itu. Aku mau kepemilikan atas ruko itu juga."
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Ku Kira Kau Rumah

Ku Kira Kau Rumah

Ujar Angga sendu. Memang benar, rumah ini atas nama Alina. Ia memberikannya kepada alina sebagai hadiah pernikahan mereka selama satu tahun. Tapi kenyataannya sekarang Alina memilih pergi. Melepaskan angga begitu saja untuk gemilang ....
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Pengantin Buruk Rupa yang Kembali

Pengantin Buruk Rupa yang Kembali

Jika bukan karena Adrian, mungkin rumah ini sudah menjadi milik keluarga Damian. Matanya menyapu setiap sudut ruangan, dan dadanya tiba-tiba terasa sesak. Aroma kayu tua bercampur debu membawa kembali begitu banyak kenangan. Tawa masa kecilnya, suara ibunya yang lembut, bayangan sang ayah yang dulu begitu berwibawa—semuanya berkelebat dalam benaknya, menciptakan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Kini, semua itu hanya tinggal kenangan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Sedih, bahkan pohon saja kulihat menunduk, daun berguguran menandakan ketiadaan hangatnya kasih dan hanya menyisakan kenangan. Setelah berjalan selama 20 menit, akhirnya aku sampai di tempat yang kusebut sebagai "rumah". Entah berapa lama lagi aku akan tinggal di sini, di tempat aku mengeluh, tempat aku menangis, tempat aku riang, tempat aku gelisah, merasa ketakutan. It's so complicated.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

Tapi Sondang selalu di hatinya, di ingatannya, menemani dia dengan kenangan akan kegembiraan dan tawanya. Lagi-lagi, dipandangnya foto Sondang yang tersenyum memeluk Mamanya. “Kalau kau mau, kau bisa membawanya,” suara Mama mengagetkannya. Dia tahu, seperti biasa, Mama memang mengamatinya, meski tak selalu mengatakan apa yang dia lihat. Idris menggeleng. “Tidak usah, Ma. Biarkan foto itu tetap di situ. Sebagai salah satu cara saya untuk mengingat, bahwa tiap beberapa waktu, aku perlu pulang ke sini. Apalagi, ini adalah rumah keluargaku sendiri.”
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Kami tunggu di rumah. Kalimat penutup yang berhasil membuatku meneteskan air mata. Ada rasa sesak yang menghujami dadaku saat ini. Aku membiarkan diriku direnggut masa lalu, kenangan-kenangan tentang Ibu dan Ayah. Kilatan memori menyambarku, tentang rumah yang mereka bangun bersama saat Bang Ridwan dan Kak Diah masih kecil, tentang rumah yang mulai diisi dengan tawa Kak Maya, juga tentang rumah yang penuh dengan tangis pertamaku dari cerita dan foto-foto yang sempat terabadikan pada selembar kertas.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami semua tertawa dan Fadhil memeluk tunangannya itu. “Gue mau taruh di Maps, lokasi rumah kalian, gue tulis ya Rumah Rama & Maria,” kata Fadhil merogoh sakunya dan mengambil ponsel. “Dhil, aku sama Rama udah punya sebutan untuk rumah kami.” Maria memeluk pinggangku. “Namanya Rumah Ramaria.” Fadhil dan Caca saling bertatapan, kemudian Fadhil berkata, “keren, pas banget namanya.”
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Perempuan Rahasia Suamiku

Perempuan Rahasia Suamiku

“Terus rumah bagaimana, Damar?" “Biarkan saja, Bu. Suatu saat kita akan kangen rumah ini dan pulang kesini lagi. Rumah ini adalah rumah kenangan kita, rumah yang penuh memori masa kecilku dan juga Farah. Dan rumah terdamai ibu juga almarhum bapak. Nanti sesekali kita pulang nengokin rumah ini.”
10178.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
TERTAWAN GODAAN CINTA

TERTAWAN GODAAN CINTA

Baginya setiap rumah itu seperti menyimpan jutaan kenangan yang indah dari masa ke masa. “Rumah memang hanya bangunan biasa. Tapi di dalamnya menyimpan banyak kenangan, menyaksikan sisi kehidupan setiap penghuninya. Memang sayang banget, kalau rumah seunik ini dibiarkan gitu aja,” ujar Laila. Kemudian Givari kembali mengajaknya untuk rehat sejenak di ruang tengah.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai rumah kenangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status