Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

"Asih gak papa Buk. Gak usah khawatir." "Mudah-mudahan urusan kamu dimudahkan Allah, ya Nak," kata Ibu. "Aamiin. Ibu juga, gak usah terlalu mikirin Asih. Hati Asih jauh lebih sedih kalau lihat Ibu sakit," kataku berusaha tegar. "Iya. Ibu sudah sehat kok. Besok kita balik ke rumah kita. Bosen di rumah sakit terus," kata Ibu.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

b {“Iya Rin, Ibu memang sedang sakit dan dia terus menanyakan kamu, apa kamu bisa menjenguknya Rin?” {“Apa Ibu sudah dibawa ke rumah sakit?”} {“Ibu memang sedang di rumah sakit sekarang.”} {“Rumah sakit mana?”} {“Ada di Surabaya,”} tegas Mbak Murni masih dengan mengunggah nada kecemasan. {“Baiklah aku akan segera menjenguk ibu.”} {“Tapi bukankah kalian sekarang berada di luar negeri?”}
9.664.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Aku Baby Blues karena Kakakku

Aku Baby Blues karena Kakakku

Memangnya di rumah sakit mana buk? "Rumah sakit Melati lantai tiga nak" "Baiklah buk, nanti kalau sempat sari kesana" "Nak, ibu mohon datang lah. Lupakan apa yang terjadi sebelumnya, bagaimanapun Vika kakakmu satu satunya." "Dan aku juga adiknya satu satunya" "Kalian berdua sama sama anak ibuk" Tapi ibuk lebih menyayangi Vika, batinku.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Kujual Suamiku di Status Facebook

Kujual Suamiku di Status Facebook

"Tunggu, kami segera ke sana." "Panggil anak-anak, Sayang. Kita ke rumah sakit." Aku sigap ke kamar anak-anak. Kami bersiap naik mobil. Selama perjalanan suami sangat cemas. Maklum, usia ibu sudah sangat berumur. Banyak penyakit yang hinggap ditubuh ringkihnya. Paling parah penyakit jantung yang dirasa. Hanya ibu satu-satunya orang tua yang kami miliki. Orang tuaku sudah meninggal dua tahun yang lalu.
1021.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

] ["Iya, betul Mbak. Saya mamanya Farah. Ada apa ya?" ["Kami dari Rumah Sakit XXX, ingin mengabarkan bahwa Non Farah sedang dirawat di rumah sakit kami. Mohon kedatangannya segera."] ***** ~Bersambung~
9.9169.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

Ia membiarkan putri satu-satunya itu menangis sejadi-jadinya hingga tetes demi tetes air mata jatuh menetes membasahi selimut putih rumah sakit. Suara terisak membuktikan kalau sayang Hana tulus. Ibu Hana tersenyum getir. Sekarang di umurnya yang sudah senja ia baru menyadari kehebatan cinta. Ia dan Hana saling menyayangi. Tapi cara mereka sayang satu sama lain amatlah berbeda. “Kamu harus percaya kalau ada penyakit yang memang tidak bisa disembuhkan, Han. Ibu mengalaminya,” ucap Ibu Hana lagi.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Istri Baru untuk Suamiku

Istri Baru untuk Suamiku

Aku berdiri di lorong rumah sakit, menatap pintu kamar dimana Citra dirawat dengan perasaan campur aduk. "Ibu mohon, Rey." Suara Ibu terdengar tegas namun penuh tekanan. Ibu berdiri persis di sebelahku dengan tangan kanan menyentuh lenganku. "Masuklah. Temani Citra. Tunjukkan bahwa kamu peduli padanya. Kasihan dia, Ibu baru tahu kalau Citra hanyalah anak angkat. Dia butuh kasih sayang, Rey."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

“Ya mau ketemu kamulah, Yang.” “Nggak bisa sekarang, Rey. Udah pulang aja dulu kamunya daripada nunggu lama. Soalnya abis ketemuan sama temenku nanti mau mampir ke rumah sakit juga, udah pasti bakal lama banget sampai rumahnya.” “Rumah sakit? Kamu sakit apa, Sayang?” Vina memutar bola matanya. “Kok aku sih? Kamu lupa ya? Bapakku ‘kan masih dirawat. Kayaknya aku pernah bilang kalau bapakku sakit ke kamu, deh?”
9.8131.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Bahagia Setelah Dibuang

Bahagia Setelah Dibuang

Akhirnya Gita kembali tersenyum, dan mengizinkan aku membawa Ibu ke rumah sakit. Aku segera melajukan mobilku menuju rumah sakit Harapan Sehati, tempat biasa Ibu berobat kalau sedang sakit. Kulirik sekilas keadaan Ibu di kursi belakang melalui kaca spion. Ibu kelihatan sangat lemah sekali. Sejak tadi matanya terpejam, entah tidur atau bangun. Tapi, ketika kupanggil Ibu tak menyahut.
1050.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Ibuku Bukan Pembantumu, Mbak!

Ibuku Bukan Pembantumu, Mbak!

Bab 43 Pov Dika "Kita ke rumah sakit sekarang! " ujarku datar kepada Sinta yang sedang menonton televisi. Dari tadi malam, aku mendiamkan Sinta. Ada rasa sakit hati setelah mengetahui apa yang diperbuat oleh Sinta pada ibuku. Bukankah aku sudah melimpahkan kasih sayangku kepadanya? Tapi kenapa dengan teganya dia, istriku yang paling aku cintai mejadikan Ibuku menjadi seorang pembantu.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai rumah sakit sayang ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status