100 Hari Bilang Sayang
Tak lama, Aku yang hampir menuju ke ruang rawat, mendengar suaranya dan segera memasuki kamar.
“Ibu, Ibu, Ibu. Aku di sini,” ucapku mencoba menenangkannya.
Dari dulu, Ibu trauma dengan rumah sakit. Karena masa lalunya yang kelam. Dengan suami pertama karena tindak kekerasan rumah tangga yang dialaminya oleh ayahku. Dan kedua, saat suami kedua yang merupakan ayah Reza meninggal di rumah sakit. Sehingga, jika ia ke rumah sakit ia selalu memanggil nama anaknya, karena takut sendirian. Aku yang sudah memahami Ibu, mencoba menenangkannya yang menangis dan mengotot pulang ke rumah sakit. Dibantu dengan perawat, akhirnya Ibu mulai tenang.
Hot Chapters