Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU VS IBUMU

AKU VS IBUMU

Rumah Baru "Wow! Rumahnya besar juga, ya, Mbak. Taman bunganya masih tertata dengan rapi," ujar Mirna. Kami sedang berada di depan sebuah rumah yang baru kubeli dua hari lalu. "Ya, Mir. Mudah-mudahan kita betah di rumah ini, ya!" sahutku dengan senyum penuh bahagia. Akhirnya aku bisa membeli rumah dengan hasil keringatku sendiri.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
Truly in Love 2

Truly in Love 2

"Iya, Alma... Kak Alva nggak ninggalin Alma kok..." Tiba-tiba Alma merengek lagi, ia memeluk Alva dengan kuat, dan tak mau melepaskannya. Alva memandang Alena, seolah meminta bantuan. Alena perlahan mendekati Alma. "Alma Sayang..., anggap aja kita lagi main rumah-rumahan. Sekarang, Alma punya dua rumah, rumah Papa Mama, sama rumah Kak Alva. Alma bisa main ke dua rumah itu kapan aja. Asyik kan, punya dua rumah?" hibur Alena dengan nada ceria.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

papar Guruh. "Wah, hebat kamu Ruh, baru juga balik kesana satu bulan udah dapat rumah aja," pujiku "Sebenarnya itu rumah bonus, karena dalam satu bulan ini aku closing sepuluh rumah, jadi aku dikasih bonus rumah tipe 36. Lumayanlah Mas." "Closing? Maksudnya?"
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 762 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

jawabku. "Kenapa harus membeli rumah? Apa kamu tak suka tinggal bersama kami?" tanya Mama. "Bukannya tak suka, Ma. Kinan tidak mau merepotkan kalian terus," jawab Kinan. "Kinan, kamu dan Kiara keluarga kami. Kami tak pernah merasa di repotkan," kata mama. "Benar kata mamamu, lebih baik kamu tinggal di sini. Kecuali nanti kamu sudah menikah lagi beda cerita," kata papa.
1036.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

tanya Sondang, saat mereka melewati sebuah gereja di seberang jalan. Idris menggeleng sambil tertawa, “Aku nggak bisa berbahasa Jawa, Ndang. Kamu bisa?” Sondang ikut tertawa, lalu menyahut: “Kalau yang ngoko – bahasa sehari-hari, aku bisa, Bang. Tapi kalau yang kromo, nggak lancar. Itu cuma jadi bahan pelajaran waktu sekolah saja dulu.” Setelah melihat ketiga gereja yang dimaksud, yang semuanya hanya memakai bahasa Indonesia, akhirnya mereka sampai juga di rumah.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

Nyut … nyut "Tarik napas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan. Kita tenangkan hati kita dulu ya bapak, Ibu semuanya. Agar pembicaraan kita nanti tidak ada masalah. Kalau dirasa sudah cukup. Silahkan, siapa dulu yang ingin menjelaskan." Pak RT mencoba menengahi. "Ini rumah saya, saya berhak atas rumah ini saya sudah beli rumah ini!"
1095.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

sahutku. “Kalau kamu ragu. Maka hilangkan keraguanmu. Balas pesannya, temui dia dan selesaikan masalah yang membuat kamu ragu. Jangan menghindar seperti ini,“ Aku memeluk mama. Ya Allah, Mama memang yang terbaik. Mama bukan hanya ibu tapi sahabat curhat terbaikku. “Oh iya, Ricky bahkan katanya sampai jual rumah yang sengaja ia beli disana loh. Terus dia katanya punya usaha bengkel yang cukup sukses juga tapi akhirnya dia jual juga,”
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
SUAMIKU CEO BUTA

SUAMIKU CEO BUTA

Aku diam saja, dia memperlakukanku seperti aku ini sudah lama ia kenal. Kita jalan, aku memeluk Ani erat. Jangan salahkan aku jika aku akan membawamu ke kehidupanku. "Rhoma, yang mana rumah kamu?" "Rumahku paling besar lantai 3." "Ah iya warna krem itu kah?" "Iya Ani." "Rumahmu besar, kenapa kamu tidak melawan ibu Erna tadi" "Biarkanlah. Aku akan membayarmu karna sudah mengantarku"
9.711.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
Mantanku Gagal Move On

Mantanku Gagal Move On

Annisa menasihati Adimas setelah cibiran terasa tidak membantu. “Nggak masalah kalau kita main rumah-rumahan, asalkan aku selalu sama kamu. Asalkan di rumahku nanti ada kamu. Waktu aku mau tidur, kamu udah siap jadi guling yang buatku mimpi indah, dan pas buka mata pagi hari, cantiknya kamu yang langsung aku lihat. Gitu aku bernapas, aroma badan kamu yang aku hirup. Buatku, itu rumah-rumahan yang paling indah, Nis,” Annisa ingin menangis saat itu juga mendengar setiap kalimat naïf yang begitu mudahnya diucapkan Adimas.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
Tante Sebelah Rumah

Tante Sebelah Rumah

Aku merasa takut, tapi di saat yang sama aku juga menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, Tante Mila hanya terus bergesekan, seolah dia tidak ingin terburu-buru. "Mainan ini mirip banget punya Rangga ya." "Biasanya cuma bisa nyuri celana dalam Rangga buat kepuasan, sekarang akhirnya ada gantinya. Oh, Rangga ... Rangga-ku sayang ...." Apa! Tante Mila nyuri celana dalamku?
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai rumahnya rumahnya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status