Simpan Pinjam Istri
Benar keduanya semakin cantik dan berbinar.
“Ayo, tunggu apa lagi? Jangan lama- lama menderita di situ, lo. Kita punya rumah juga, loh. Bagus banget. Lihat!”
Sebuah gambaran rumah mungil di tengah kebun yang luas muncul dalam benak Dita.
“Tuh, elo demen banget sama rumah kayak gitu sejak kecil, kan?”
Dita mengangguk. “Iya, itu rumah idaman gue. Gue mau, Bon. Lo masih nerima gue?”