MENIKAH DENGAN SULTAN
“Jika masih memandang untung rugi, itu bukan cinta, itu jual beli. Jika masih memandang kaya miskin, itu pun bukan cinta, itu hanyalah obsesi. Cinta itu tak memandang apapun kecuali perasaan itu sendiri. Seperti halnya jemari kita yang saling bertaut ini, saling mengisi kekosongan dan celah. Karena tidak ada manusia yang sempurna dan memiliki segalanya.”
Rinai termangu. Ucapan Wira menusuk ke kalbunya. Kedua netra mereka saling bersitatap. Getar di hati keduanya memburu saling mendamba.
“Gimana? Mau ‘kan kamu jadi istriku?” Wira menanyakan hal itu sekali lagi.