Aku dan "Sahabatku"
"Kalau kamu sebegitunya mencintai putri sopirku, nanti kuminta orangtuaku untuk memberikannya kepadamu!"
Melinda sontak terhuyung, matanya tampak berkaca-kaca dan dia berkata dengan terisak, "Agnes, aku tahu kamu masih marah padaku. Tapi, aku begini karena aku benar-benar menganggapmu sebagai sahabat dan juga saudaraku."
"Kalaupun kamu nggak bisa memahamiku, kamu nggak seharusnya menuduhku begini ...."
Aku mungkin akan termakan tipu dayanya jika bukan karena terlahir kembali.