I Saed Lupyu
“Kamu beneran ikut sama Ibu?”
Sae maju satu langkah, lantas memegangi pundakku. Dia memutar tubuhku sambil masih meracau tidak jelas. Pertama, mulutnya mengomentari atasan yang aku pakai. Tubuh kurusku dibalut habis oleh t-shirt hodie warna abu-abu. Sementara bagian bawah tubuhku, disempurnakan dengan celana sebatas lutut warna krem. Jam tangan hitam, serta beberapa aksesoris berupa gelang di tangan kiriku juga tidak luput dari komentarnya.
Oh,ya, Sae tidak mengomentari sepatu yang kupakai. Padahal, ini adalah sepatu hadiah darinya. Warnanya mencolok sekali!
Bab Populer