Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

Aku yang tak pernah naik pesawat bahkan tidak tahu cara mengikatkan sabuk pengaman, untungnya kru pesawat membantuku dengan ramah. Kami menginap di sebuah hotel pedesaaan di Swiss, hotel pondok dengan fasilitas yang tak pernah kulihat di Indonesia. Panjangnya sangat besar dan empuk, dari jendela kamar yang lebar aku bisa melihat hamparan padang rumput yang memanjakan mata lalu barisan hutan cemara di sisinya. Di sudut lain, ada hamparan bunga krisan dan pompom yang sedang bermekaran, palet warna pink dan orange membuatku tak hentinya berdecak kagum. Masya Allah indah sekali. "Kau bahagia."
1060.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

“Tapi—Apa tidak terlalu besar? Kita hanya bertiga.” “Lebih besar lebih bagus.” Saka menaik turunkan alisnya. “Maksud kamu?” “Tentu aja rumahnya.” Saka menyentil pelan dahi Karina. “Jangan berpikiran kotor Karina,” ujar Saka tepat di depan wajah Karina. “Haissh siapa coba yang mikir kotor.” Karina mendumel. Saka menarik Karina berjalan lebih dalam. Sampai di belakang—ada sebuah kolam renang yang luas. Di belakang kolam renang juga ada taman kecil. Di sana ada beberapa tanaman.
9.590.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
POHON AJAIB DI HUTAN TROPIS

POHON AJAIB DI HUTAN TROPIS

tanya Maya dengan cemas. Pohon Ajaib bersinar lembut, memberikan rasa tenang pada Maya. "Gunakan pengetahuan dan keberanianmu, Maya. Beritahukan semua makhluk di sekitar sungai untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Arahkan mereka ke bukit di sebelah timur hutan, tempat yang aman dari banjir."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
CINTAKU SALAH ALAMAT

CINTAKU SALAH ALAMAT

seru Zivana, kesal. Zivana pun pergi meninggalkan parkiran dengan hati yang kesal. Dia tidak mengira bahwa kakak dan ibunya akan menjodohkan dirinya dengan buaya darat macam Damar. Sikap Damar yang suka tebar pesona dengan para wanita itu benar-benar membuat Zivana kesal.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Di Antara Keajaiban

Di Antara Keajaiban

Sapa wulan mengagetkanku, aku saat itu sedang menjemur jagung di depan rumah sambil menulis sebuah cerpen. “Astaga kaget” Jawabku spontan. “Ini belum malem lo, kok udah mimpi lagi jadi penulis hahaha” Ejek wulan kepadaku. “Duduk sini, mau jagung rebus?aku ambilkan ya” Tawarku kepada wulan dan dea.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

suara Mak Asih semakin lemah, hatinya berguncang hebat. "Jangan percaya begitu saja sama omongan Suroyo!" bentak Pak Ali. "Aku punya bukti kalau hutang itu belum lunas! Dan aku nggak mau tahu, Asih… kau harus bayar hutang itu, atau aku ambil tanah ini" Air mata mulai mengalir di pipi Mak Asih. Ali tanah itu satu-satunya yang tersisa buat saya… Kalau itu diambil, saya mau tinggal di mana?"
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

“SUKMA MANEHNA AYEUNA TEU KEUR DIDIEU, TAPI KEUR AYA DI ALAM ANU BEDA. (SUKMA MEREKA SEKARANG SEDANG TIDAK ADA DISINI, TAPI SEDANG ADA DI ALAM YANG BERBEDA.)” “ALAM ANU POEK, ANU DI JIEUN KU MAKHLUK ETA JANG TEMPAT MANEHNA ULIN. (ALAM YANG GELAP, YANG DIBUAT OLEH MAKHLUK ITU UNTUK DIRINYA BERMAIN.)”
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 684 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Bab 13 Kututup mata untuk melihat air yang berada diujung sana Terasa bening namun jika disentuh akan berwarna biru Lalu kubuka kembali nyatanya hidup Didepanku, sebuah telaga hijau yang tak pernah disentuh Dikelilingi orang – orang yang seolah marah Dan aku tak tahu alasannya Kubiarkan itu berlalu dan kembali, sebuah telapak tangan yang masih terbuka
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Kultivator Tangguh

Kultivator Tangguh

jelas Sanjaya panjang kali lebar. Aji Saka dan Juminten menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Kenapa kalian berada di alam ini?" Tanya Aji Saka. "Ceritanya sangat panjang Tuan Muda," jawabnya. Lalu Sanjaya menceritakan perjalanannya dari Alam Bumi hingga ke Alam Dewa Nirwana, silih berganti dengan teman-temannya. Awalnya mereka dibawa oleh seorang Dewa ke alam ini, dan diajarkan kultivasi dan beberapa jurus tinggkat tinggi, sehingga mereka bisa terbang layaknya seekor burung, karena di Alam Dewa semuanya bisa terbang, termasuk semua hewan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Sang Dewa Perang

Reinkarnasi Sang Dewa Perang

Bab 77: Perjalanan ke Alam Para Dewa Pagi itu, udara di Gunung Salak terasa lebih segar dari biasanya. Sinar matahari menembus celah dedaunan, menciptakan pola-pola cahaya yang bergerak di atas tanah. Arjuna, Sun Wukong, dan Pak Budi berdiri di sebuah dataran terbuka, memandang ke arah timur di mana lembah hijau membentang jauh hingga ke cakrawala. Namun, meski pemandangan itu memukau, pikiran mereka tertuju pada sesuatu yang jauh lebih besar.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status