Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Dan akhirnya mereka bisa melihat sesuatu yang tidak pernah mereka sangka sebelumnya. Semua terpana saat melihat apa yang ada di depan sana. Sebuah bola cahaya raksasa yang tak lain adalah Matahari ciptaan Bara Sena terpampang tepat di depan mata. Matahari bercahaya terang itu diselimuti aura merah dan biru milik sang Raja Naga Air. Semua terdiam dan tak ada yang bersuara menikmati momen langka tersebut. Matahari ciptaan Bara itu memiliki ukuran setara dengan tiga kali besar salah satu gunung terbesar di tanah jawa. Sangat besar dan sangat menakjubkan. Cahaya terangnya pun sangat panas dan membakar. Untung saja ada empat pilar merah yang menyegel area pertarungan sehingga para penonton akan t
8.962.6K viewsOngoingAdded to Library 2.5K Times as sajak matahari
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Ia adalah Great Zenar, Tetua Agung Kekaisaran Alam Matahari, satu-satunya dewa kuno yang masih hidup sejak Zaman Kekaisaran sebelum era Domain Dewa Antares. PENYINGKAPAN DI TENGAH PERTEMPURAN Langit pecah, matahari meraung. Di tengah samudra api yang menggelegak, He Sura berdiri di atas pusaran kekacauan yang menelan ribuan dunia. Sayap mataharinya terurai, membentang hingga menyentuh cakrawala keabadian. Setiap kepakan sayapnya menggetarkan tujuh puluh dua lapisan langit.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as sajak matahari
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Saat pintu didorong terbuka, Rangga hampir mendongak dengan penuh harap. Namun begitu melihat sosok Sarah, cahaya di matanya seketika padam. “Bagaimana kamu bisa masuk?” tanyanya dingin. Sarah tersenyum menjilat, suaranya dibuat manja. “Semua password-mu ‘kan tanggal lahirku, tentu saja aku tahu.” Rangga tertegun. Bahkan dirinya lupa, semua sandi memang memakai tanggal lahir Sarah.
28.1K viewsCompletedAdded to Library 928 Times as sajak matahari
Read
+Library
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Suara Sylvaria lembut, penuh rasa haru. Vandero menoleh kepadanya, tatapannya penuh kelembutan yang belum pernah dia berikan kepada Therina. "Nggak pernah sekali pun aku melupakannya." Dia meletakkan telur mata sapi yang baru digoreng ke piring dan mendorongnya ke depan Sylvaria. "Coba, lihat apa rasanya masih sama." Sylvaria mencicipinya, wajahnya segera berseri. "Lebih enak daripada dulu."
7.7K viewsCompletedAdded to Library 278 Times as sajak matahari
Read
+Library
Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar

Pagi kembali menyapa sang mentari bersinar terang, burung-burung beterbangan kesana kemari membuat suasana di pagi hari begitu indah dengan kicauan suaranya, Pagi ini terlihat Saka sudah rapi duduk di depan meja makan menikmati sarapan yang dibuatkan Mama tercinta, "Emm ini nasi goreng paling enak!" gumam Saka memuji masakan Tante Santi, ia menyuap dengan lahap.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as sajak matahari
Read
+Library
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Datusa menambahkan. Saat mereka telah ada di tempat yang cukup jauh setelah berjalan semalaman, dari tempat mereka berjalan dan bersamaan dengan terbitnya matahari, mereka melihat asap tebal membubung tinggi dari wanua Tuk Mas yang baru saja mereka tinggalkan. "Wiku Magha, sepertinya wanua Tuk Mas terbakar." Kata Dyah Meitala panik.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as sajak matahari
Read
+Library
Pengawal gay saya

Pengawal gay saya

jadi sang Putri mengambil hati ketika dia melihat betapa baiknya Dia diperlakukan, dan bertanya. 'Tapi bagaimana mungkin Matahari marah? Dia begitu cantik dan begitu baik kepada manusia.' Begitulah yang terjadi, 'jawab ibu Matahari. 'Di pagi hari ketika dia berdiri di gerbang surga dia bahagia. dan tersenyum Di seluruh dunia, tetapi pada siang hari dia marah, karena dia melihat semua perbuatan jahat manusia, dan itulah sebabnya panasnya menjadi begitu membara; tetapi di malam hari dia sedih sekaligus marah, karena dia berdiri di gerbang kematian; itu adalah jalannya yang biasa. dari sana dia kembali ke sini:
107.9K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as sajak matahari
Read
+Library
Penguasa Dunia Persilatan

Penguasa Dunia Persilatan

Wiratama mulai membuka halaman demi halaman kitab Pedang Matahari dengan penuh semangat, hingga akhirnya dua bola matanya tertuju pada tulisan yang berada di tengah kitab itu. "Pedang Matahari memiliki delapan gerbang tingkatan dewa, dan masing-masing tingkatan membutuhkan kontrol tenaga dalam Ledakan Matahari yang sempurna untuk membukanya.” "Tenaga dalam Ledakan matahari?!" Wiratama mulai membaca tahapan demi tahapan yang tertulis di dalam kitab itu sebelum memejamkan matanya. Dia mencoba menarik energi yang ada di dalam tubuhnya sesuai petunjuk kitab itu.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as sajak matahari
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

Kemudian lekas mengajak Sarkim untuk melanjutkan langkah mereka yang terhenti tadi. Waktu itu mentari masih malu-malu menampakkan diri di ufuk timur. Hanya sediikit menyisakan biasnya di langit-langit berwarna kekuningan. Saat dimana orang-orang masih betah mempersiapkan diri di rumah sebelum melakukan aktivitas.
8.512.8K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as sajak matahari
Read
+Library
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

"Kamu pernah mendengar matahari yang tertutup bulan?" Surya Yudha mengangguk. "Maksud Eyang gerhana matahari?" "Benar. Dan hal itu adalah yang kamu alami saat ini," ucap Ki Arya Saloka hati-hati. "Kamu adalah matahari, dan tenaga dalam yang kamu miliki adalah sinar. Saat ini kencana wungu berperan sebagai bulan. Seberapa lama Gerhana ini akan berlangsung hanya kamu yang bisa menentukan."
928.2K viewsCompletedAdded to Library 677 Times as sajak matahari
Show Reviews (25)
Read
+Library
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status