Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
200 Sajak Tentang Awan

200 Sajak Tentang Awan

26 Januari 2011 ‘Dapat melihat cahayamu sebelum kamu kembali kerumah Hanya itu yang membuatku merasa lebih baik Mungkin kelak mataku tak mampu lagi menatapmu Sedalam aku melakukannya saat ini Perasaan ini tak semestinya ada Dan tak seharusnya terlalu lama Tapi hanya dengan seperti ini Aku dapat merasakanmu, dekat dan hangat Awanku, Aku tepat 90 derajat diatasmu Dan hingga detik ini Jantungku masih berdetak untuk alasan yang sama Awanku, Sajak ke-187 ini masih untukmu’ “Awanku, kamu pasti akan sedih juga bukan melihat pandangan nyinyir mereka kepadaku? Manusia selalu menghakimi apa yang mereka lihat, apa yang dilihat oleh mata telanjang tidak selalu dapat menjelaskan segalanya.” Gadis berwaja
2.2K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as sajak pantun
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Itulah Pajajaran sejati, bukan sekedar kerajaan, bukan tanah, tapi kesadaran yang hidup di antara rasa dan waktu.” Kemudian terlihat cahaya lembut turun dari langit, menyentuh bilah Kujang Layung yang terbaring di pangkuannya. Cahaya itu berubah menjadi untaian simbol aksara kuno, berputar mengelilinginya dan membentuk tulisan yang bersinar: “Sangkan Paraning Rasa — Teu meunang pareum, teu meunang leungit.” (Asal dan tujuan rasa — tak boleh padam, tak boleh hilang.)
101.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as sajak pantun
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.5K viewsOngoingAdded to Library 187 Times as sajak pantun
Read
+Library
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

Arang yang disebut sampah, menjadi sisa akhir pembakaran. Jangankan mengurus Raleigh, pagi itu ia tidak menuju dapur untuk membuatkan Raleigh sarapan seperti sedia kala saat normal. Kini, ia lebih memilih memainkan ponsel dengan meringkuk di dalam selimut. Keharmonisan yang didambakan Raleigh seakan pergi perlahan dari biduk rumah tangganya yang baru tiga tahun berjalan. Walau lelaki diciptakan kuat, tahan banting, dan anti menangis nyatanya dia tetap membutuhkan teman untuk bertukar pikiran serta membuang keluh kesah.
7.3K viewsOngoingAdded to Library 285 Times as sajak pantun
Read
+Library
SUAMIKU SUAMIMU

SUAMIKU SUAMIMU

jawab Ranti ramah. “Putranya sudah berapa, Mbak Ranti?” tanya Sofia lagi. “Dua, Mbak. Yang pertama cewek sudah kelas tiga SD. Yang kedua ya yang kugendong ini. Mbak Sofia anaknya berapa?” “Aku belum punya anak, Mbak,” jawab Sofia pelan. Meskipun sudah menikah selama delapan tahun, Sofia memang masih belum memiliki momongan.
1013.2K viewsOngoingAdded to Library 370 Times as sajak pantun
Read
+Library
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

sahut Rio lirih. Mutia menatap wajah sendu Rio lalu tertawa. "Kamu kok jadi melankolis sih, Yo? Nggak pantas tahu! Lagian kamu mau kerja apaan? Kamu sekolah saja sampai lulus. Setelah lulus SMA dengan nilai baik, baru nantinya bisa dipikirkan kamu kuliah apa kerja apa sekaligus dua-duanya kayak mbak. Kalau sekarang kamu masih tanggungan mbak, Yo."
824.5K viewsCompletedAdded to Library 684 Times as sajak pantun
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga #Tetangga_tak_tahu_kami_kaya Pov Bu Bondan Pertama pindah ke komplek ini aku sudah gerah melihat tetangga sebelah rumah. Semua rumah sama modelnya kecuali rumah itu. Lahannya lebih luas akan tetapi bangunannya lebih pantas disebut kandang ayam dari pada rumah. Bagaimana tak disebut kandang ayam, dindingnya saja masih dari anyaman bambu, jaman yang sudah modern begini, di komplek perumahan tergolong elit, masa ada rumah dinding bambu? kan gak level.
1041.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as sajak pantun
Read
+Library
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Salah satunya, proyek pembangunan pesantren di panti Al-Jannah. Malam hari, kami menunaikan ibadah bersama. Ku kecup keningnya dengan lembut. Samudra cinta yang terbenam di depanku begitu menakjubkan. Aku dan mas Faizal bersama-sama menikmati hari ini dengan sangat indah. Dia membisikan kata-kata cinta di setiap penyatuan kami. “Aku mencintaimu, ya sayangku.” “Aku mencintaimu, ya Humairahku.”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as sajak pantun
Read
+Library
Kultivator Tangguh

Kultivator Tangguh

Seru Aji Saka. "Siapa kamu? Beraninya mencampuri urusan kami!" Seru salah seorang bajingan, balik bertanya. "Kalau kalian ingin tau, rasakan ini.... Gentar Bumi!" Balas Aji Saka berseru menerjang kelima bajingan dengan pukulan intinya. Duarr.... Duarr.... Duarr.... Ledakan yang sangat keras menghancurkan kelima pria bajingan menjadi debu, lalu berterbangan tertiup angin pegunungan.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as sajak pantun
Read
+Library
Siksaan Dari Tunangan Kakakku

Siksaan Dari Tunangan Kakakku

"Sekarang kamu sudah tahu. Silakan lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Bagaimana pun aku memang salah. Harusnya waktu itu aku benar-benar mengakhirinya." Bu Ratih menggertakkan giginya, kemudian melayangkan tamparan keras di pipi Bu Sinta. "Tidak ada alasan untuk memahami posisimu. Ini bahkan belum seberapa. Setelah suamiku, anakmu juga mengambil tunangan anakku."
102.5K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as sajak pantun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status