Kesayangan Tuan Elian
Jonathan maju setengah langkah, menunduk sedikit menyejajarkan wajahnya dengan Saka yang mulai pucat pasi.
"Sebenarnya... laki-laki macam apa kamu ini, hah?" bisik Jonathan mematikan.
Saka kehabisan kata-kata. Skakmat. Lidahnya kelu. Namun, sebelum Saka sempat merangkai kalimat permintaan maaf, mendadak terdengar suara tepuk tangan lambat dari arah pintu masuk gedung di belakang Saka.
"Wah, wah... Menarik sekali. Baru juga ditinggal sebentar, anak laki-lakiku sudah cari masalah sama mantan preman legendaris rupanya."