Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

tanya Dandi polos, suaranya menusuk hati. “Nanti kita sama-sama lagi. Dandi tungguin aja di sana, ya…” ucap Raka, menatap layar ponsel dengan tatapan yang sulit dibaca, campuran antara penyesalan yang samar dan ego yang tak mau kalah. “Malam ini, kamu jangan pulang, Sayang,” ucap Raka pada Suzan, nada suaranya penuh kepemilikan. “Iya dong. Lagian ngapain aku pulang tanpa kamu?” sahut Suzan sambil bercermin, membetulkan rambutnya, dan bersiap-siap untuk pergi, senyum liciknya terselip di sudut bibir.
10506.3K viewsCompletedAdded to Library 11.1K Times as sajak pantun
Show Reviews (46)
Read
+Library
Zizizaq
Kakak Author ini ceritanya bagus-bagus. Suka semua. BTW aku juga Author, tapi masih keren kamu. Salam kenal, Kak. Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yg menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Betewe suka ceritanya kakk daraa...... makasi kakkk
Read All Reviews
Suamiku, Lakon Sandiwara

Suamiku, Lakon Sandiwara

gumam Kara. “Apa itu pujian?” tanya Mala sambil menoleh. Kara mengangkat bahu. “interpretasikan sesukamu. Tapi kamu cukup terlihat, layak untuk di sandingkan denganku hari ini.” Mala terkekeh kecil lalu menyesap moctail di tangannya. “Jadi selama ini aku nggak layak?” Kara menyipitkan matanya. “Kamu suka memutarbalikkan kata-kata.”
10864 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as sajak pantun
Read
+Library
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

“Kau boleh tanya apa saja. Tidak... aku belum menerima email dari Saskia. Dia sudah bersama keluarganya sekarang. Dia sudah mengingat semuanya. Itu berarti dia sudah menjadi seperti seharusnya. Semua sudah seperti yang seharusnya. Aku adalah Saka, bukan Arjuna. Aku dan Saskia adalah teman, tidak lebih, tidak sejak dulu, tidak juga di kemudian hari, karena sudah ada Agnia di hatiku kini.” Aku tertawa kecil mendengarnya. “Kau sedikit romantis.” Aku mengangkat alis, menggoda. Lalu kami tertawa. “Kamu, ada yang ingin ditanyakan?” Saka berpikir sejenak, lalu mengangguk. “Bukan pertanyaan, aku hanya ingin kamu tahu. Hmm.. aku belum pernah berpacaran. Jadi...” dia menggaruk kepalanya. “Maaf kalau b
10926 viewsCompletedAdded to Library 25 Times as sajak pantun
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

-> Koreksi, dialog panjang harus berdiri sendiri. "Betina Kacamata, goyanganmu terlalu lembut layaknya ranting pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi. Kepala Suku sedang tidak bernafsu untuk berburu di atas ranjang hari ini. Perutku memang kenyang oleh daging, tapi jiwaku merasa hambar karena tidak ada leher musuh yang bisa kupatahkan lagi." Mendengar penolakan dingin tersebut, Karina justru semakin merasa tertantang dan mempercepat tempo genjotannya hingga bunyi decakan basah menggema nyaring.
10.4K viewsOngoingAdded to Library 281 Times as sajak pantun
Read
+Library
The Story of Saka

The Story of Saka

Wutt! Sabetan golok Tjah Pati menukik ke arah Saka dengan ganas. Tiga kali sambaran cepatnya hampir mengenai tubuh Saka. Andai Saka tidak menghindar dengan menggunakan kemampuan Scroll of Powernya., mungkin dia sudah terkena sabetannya sejak tadi. Kegesitan golok tersebut cukup membuatnya kewalahan.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as sajak pantun
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Sayang sekali sinar merah itu dapat dirasakan kehadirannya oleh tokoh tua berilmu tinggi itu, sehingga Resi Pakar Pantun cepat balikkan badan dan lepaskan pukulan bersinar hijau. Clapp...! Duarrr...! Ledakan itulah yang didengar Baraka tadi”O. rupanya kau yang menyerangku. Anak manis” kata Resi Pakar Pantun saat berhadapan dengan Raja Tato. ia melanjutkan dengan syair pantun'nya. "Anak sapi bercinta dengan kera. “Selesai bercinta bayar uang sewa. Kalau memang belum puas cedera, boleh jadi kau akan kehilangan nyawa."
1031.0K viewsOngoingAdded to Library 993 Times as sajak pantun
Read
+Library
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Ia tak menyangka Paklik Anto secepat itu, baru tadi siang bicara padanya, sekarang sudah melangkah lebih jauh. Orang tua Sita tampak tersenyum kaku. Ayahnya, seorang pria berusia senja dengan rambut memutih, menjawab hati-hati. “Terima kasih atas perhatian njenengan, Pak anto. Tapi… soal jodoh, kita ini orang kecil hanya bisa menerima apa adanya. Sita itu… ya biarlah kalau memang ada yang cocok, datang dengan niat baik, kami tak akan menghalangi.”
4.3K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as sajak pantun
Read
+Library
Love of My Life

Love of My Life

gerutu Pandan sebel. "Bejalan hendak menepi. Supayo idak tepijak kanti. Becakap piaro lidah. Supayo kanti idak meludah." Pandan terdiam. Soalnya ia sama sekali tidak tahu apa arti kata-kata si Mahater ini. Dia yang dari lahir dan besar di ibukota seperti ini, manalah ia mengerti bahasa daerah Jambi. Lain kalau tadi ibunya yang diberi jawaban berpantun seperti ini. Pasti bisa langsung dibales dengan sama merdunya oleh ibunya. Lah dia ini kan tahu pantun cuma dari acaranya almarhum Olga dan Kang Opick doang. Paling pantun yang melekat di kepalanya itu adalah kata-kata; masak aer biar mateng. Dan dijawab audiens dengan kata; cakeppp. Dah itu aja.
9.921.7K viewsCompletedAdded to Library 585 Times as sajak pantun
Read
+Library
SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

Sangat jahat dan mengerikan! "Apa menurut anda pantas punya menantu yang pandai menipu keluarga?" "Kamu dari tadi bertele-tele! Coba ngomong langsung saja, ada apa dengan Hanifah!" ujar Tante Siska dengan ucapan yang sedikit keras.
1062.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as sajak pantun
Read
+Library
Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

"Tan~tantangan ini tidak semudah seperti apa yang kalian lihat! Kakek sebenarnya memberikan teka-teki sajak kepadaku untuk kupecahkan sebelum aku bisa menemukan rumput liar di Sungai terlarang ini." "Seperti apa sajak itu?" "Iya, seperti apa sajak itu?" "Hijau dibawah diatas coklat, melawan merpati yang jinak, aliran jernih bersuara indah, pantang diri untuk dilakukan." ucap Guang Xian Xie sembari bersenandung sajak. "Apa maksud dari sajak itu?" "Iya, apa maksudnya?
1039.3K viewsCompletedAdded to Library 943 Times as sajak pantun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status