Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

sahut Rio lirih. Mutia menatap wajah sendu Rio lalu tertawa. "Kamu kok jadi melankolis sih, Yo? Nggak pantas tahu! Lagian kamu mau kerja apaan? Kamu sekolah saja sampai lulus. Setelah lulus SMA dengan nilai baik, baru nantinya bisa dipikirkan kamu kuliah apa kerja apa sekaligus dua-duanya kayak mbak. Kalau sekarang kamu masih tanggungan mbak, Yo."
824.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 690 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
Kultivator Tangguh

Kultivator Tangguh

Seru Aji Saka. "Siapa kamu? Beraninya mencampuri urusan kami!" Seru salah seorang bajingan, balik bertanya. "Kalau kalian ingin tau, rasakan ini.... Gentar Bumi!" Balas Aji Saka berseru menerjang kelima bajingan dengan pukulan intinya. Duarr.... Duarr.... Duarr.... Ledakan yang sangat keras menghancurkan kelima pria bajingan menjadi debu, lalu berterbangan tertiup angin pegunungan.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 103 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Aku tersenyum mendengar pantun pamanku. “Eaak, eaak, eaak.” Makin menjadi tingkah Cantika. Gusti Allah, paringi hamba sabar. “Can juga punya pantun, Om.” Dia nggak mau kalah. “Apa?” tanya kami kompakan. Baru aku tahu kalau sepupu jauhku ini pandai juga bersilat lidah. “Tanam jengkol di tepi bukit.” Habis itu Can diam aja.
1018.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 736 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
SUAMIKU SAINGANKU

SUAMIKU SAINGANKU

Aku langsung menoleh tajam, wajahku memanas. "Jangan ganggu aku! Ini penting!" bentakku. "Serius amat sih," katanya sambil terkikik, jelas menikmati lihat aku uring-uringan. Akhirnya, setelah hampir satu jam bertengkar kecil, kami selesai juga. Mading itu penuh dengan tempelan konsep acara, tanggal pementasan, serta formulir pendaftaran untuk yang mau tampil. Baik menyanyi, menari, drama, atau baca puisi.
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

umpat Manguntur dalam hati. "Aku tahu kau pasti tengah mengumpat padaku. Tidak masalah, toh memang aku terlihat sangat kejam di matamu. Tapi hanya ini satu-satunya cara untuk mengekangmu dari tingkah yang tidak jelas. Meski kau bebas, bukan berarti kau bisa berbuat semaunya. Karena kau tidak tahu bagaimana dunia sekarang ini," kata Sasaka.
8.962.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 2.3K Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
Pantaskah Surga Untuknya?

Pantaskah Surga Untuknya?

Jemarinya saling mengunci di atas paha. "Aku nggak akan bohong, Mas. Kadang aku pengen pergi. Pengen kabur dari semua ini. Tapi setiap kali aku mau melangkah keluar dari pintu itu... aku lihat wajah Akbar. Wajahmu. Dan dari situ aku sadar, mungkin Allah menempatkanku di sini bukan untuk dihancurkan. Tapi untuk membuktikan." Sokta Ahmad menatap Sulaiha tajam. Matanya mulai basah. Seolah akan menangis.
10820 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
MR. D

MR. D

ucap Pak Tua Raji sambil memegangi tongkat bambu yang dipegang tangan kecil Susanti. “Oh iya ya Kek, nanti kalau burung-burung nakal itu menghabiskan padi kita. Kuta tak bisa makan nasi ya kalau berasnya dari padi habis,” ucap Susanti sambil tersenyum manis sembari mengikuti anjuran Pak Tua Raji untuk menggerak-gerakkan tongkat bambu di tangannya.
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 225 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
LEAK

LEAK

*** Jejak kaki : *Simpang = Mampir *Adi tumben, tepuk dini = Wah tumben, ketemu di sini *Astungkara = Ucapan pengharapan *Tyang = Saya *Dadong dagang canang = Nenek penjual canang *Gayatri Mantram = Doa pelindung *Puja Trisandya = Doa pemujaan untuk Tuhan *Sanggah = Tempat persembahyangan untuk kasta biasa
9.916.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 674 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Dalam kegelapan, bagi anggota Geng Utara, Arya adalah hantu. Dua anak buah Javier yang mencari-cari Aruna tiba-tiba jatuh tanpa suara. Pisau Arya mengenai titik vital, menjatuhkan mereka dengan satu tusukan cepat. Teknik itu adalah 'Tarian Naga', warisan mematikan Klan Tirtayasa. Javier menyadari ada yang salah. Keheningan itu terlalu mencekam. Ia menarik pistolnya dan menembak ke udara secara acak, berharap mengenai Arya.
10894 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
LEGENDA PENDEKAR MABUK

LEGENDA PENDEKAR MABUK

Pikir Patih Mandrasuta. "Pendekar Mabuk. Suatu kehormatan, aku bisa menjajal dan bisa mengirim kau ke neraka!" gertak Patih Mandrasuta. "Aku seperti mendengar suara lalat," ujar Saka mengejek. Tentu saja sang Patih sangat geram merasa diremehkan. Sang Patih menghentakkan tangan. Memberi isyarat. Kejap berikutnya Saka sudah dalam kepungan, tapi masih tetap tersenyum.
1032.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang sajak pantun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status