Cinta di Ujung Perpisahan
Tangannya menyusuri punggung Aditama, menyentuh kulit yang hangat.
“Mas,” bisiknya, “jangan terlalu cepat.”
Aditama menatapnya, mata mereka bertaut dalam gelombang emosi yang tak bisa diurai dengan kata-kata. “Aku akan berhati-hati, Sayang.”
Mereka menyatu dalam gerakan yang tenang, tidak terburu-buru, seperti tarian di atas ombak tenang yang hanya mereka berdua pahami. Tidak ada yang meledak, tidak ada yang liar. Hanya cinta yang mengalir, membanjiri, dan membasahi.
Bab Populer