Suami Warisan
tambah Narendra sambil meremas-remas bokong Rengganis, meraba setiap inci lekuk perempuan yang sintal itu “beri saya energi, Sayang…”
Rengganis yang mulai hanyut dalam godaan Narendra menatap lelaki itu dengan sorot mata bersalut kabut gairah, namun dia menggeleng, “Enggak, Naren… aku enggak bisa…”
“Kenapa?” tanya Narendra, kali ini bertekad untuk menggoda Rengganis hingga perempuan itu menyerah.
“Aku lagi… dapet.” Balas Rengganis, walau menolak, bibirnya tetap menciumi kulit Narendra, kini mengisap puting lelaki itu.