Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Berkata Senopati Randu Aji kepada sang raja, "Apa yang harus hamba perbuat untuk membantu Ki Sowandaru, Gusti Prabu?" "Di jalan yang mengarah ke kadipaten Conan Utara terdapat lembah yang berada di alas Baraka di sana terdapat jenis tumbuhan langka yang menempel ke setiap dinding tebing yang ada di sepanjang jalan tersebut. Nama tanaman itu adalah Katumpangan aer," tutur sang raja menjawab pertanyaan dari Senopati Randu Aji. "Apakah kau tahu dengan jenis tanaman itu?" sambung sang raja bertanya.
9.9166.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai sangkar
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Baca Semua Ulasan
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Sang Penjaga Narasi Adalah Sena, seorang gadis muda keturunan dari keluarga Nara di Long Beluah, yang bertugas menjaga monumen tersebut. Sena memiliki kemampuan unik; ia bisa membaca "jejak emosi" pada benda-benda tua. Suatu hari, saat sedang membersihkan meja monumen, ia merasakan getaran yang sangat kuat.
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
SANG PENANTANG WURAKE

SANG PENANTANG WURAKE

"Iya Bang, iya, aku janji tidak akan berisik lagi." Aku sahuti saja seperti itu. Sedangkan pria tiga puluhan yang ternyata bernama Bonar, juga pada akhirnya reda, lalu kembali fokus pada umpan yang sedang dikepung dari empat penjuru mata angin. Umpan. Adalah beberapa benda yang ditata-bentuk oleh para seseorang. Ianya berupa sepotong pelepah kelapa tanpa daun, serta batok--tempurung kelapa kering yang telah dibelah dua.
361 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
Diusir Keluarga Tiri, Dinikahi Konglomerat Dingin

Diusir Keluarga Tiri, Dinikahi Konglomerat Dingin

Sangkar itu untuk menampung binatang buas sehingga terlihat sangat kotor, bahkan terdapat bercak darah. "Darwin, apa yang kamu inginkan? Kalau kamu berani membunuhku, Keluarga Antoro nggak akan mengampunimu!" Richie mulai merasa takut. Dia berbaring di sangkar itu dengan tatapan penuh kecemasan.
10125.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Tanpa pikir panjang, pria itu langsung mencabut pusakanya dari tubuh Sisca yang langsung terkulai lemas. "Itu yang kepala suku mau! Daging, arghh, daging apa yang kamu maksud? Apa Brontosaurus, Trecaroteps, atau Mammoth yang agak-agak empuk itu?" Arya melangkah mendekati Sonya dengan napas masih ngos-ngosan. Sonya menghela nafas berat, sebelum menjawab pertanyaan gila Arya. "Ikut aja, nanti kepala suku tau sendiri daging yang kayak gimana!"
10.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Busan, Korea Selatan SMP Kyoko Lima Belas Tahun Silam Seorang siswa berseragam SMP terlihat mundar mandir di dekat pintu gudang sekolah yang telah dia kunci rapat dari dalam. Di tangannya terlihat sebuah senjata api yang dia genggam dengan penuh waspada. Sesekali dia mengarahkan senjatanya ke arah siswa dan siswi yang kini menjadi tawanannya di dalam ruangan itu, saat dia mengetahui adanya pergerakan yang pasti dari orang-orang tersebut.
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 743 kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

ZIANNE ( BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN )

Sangga mengangkat sudut bibir bagian atasnya seraya melanjutkan, "Romantisan mana? Mulut gue sama mulutnya Si Tim Tam waktu ngelamar lo dulu, hah?" Zianne sontak mendengkus. By the way, kenalin deh, dialah Sanggakara. Pria yang telah Zianne kenal sejak masih berumur belasan. Yang kebetulan kediaman keluarganya berada persis di sisi rumah Sarien. Hobi terfavoritnya di luar menghidu aroma wine ialah mengisengi, meresahkan dan bikin pusing Zianne. Baik itu dulu, sekarang atau, di masa depan nanti, Zianne sih tetap yakin bila Sangga akan terus membawa gelombang-gelombang semacam itu dalam hidupnya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

ucap Ignar. “Sapa yang mau ngajak balik? Aku cuman bilang kalo karya ilmiahku yang bawa tema dari idemu menang lagi!” “Oh ya? Mereka nerima idemu mengenai daur ulang sampah sebagai bahan material bangunan?” “Iyes! Piala lagi!” Ignar tertawa bahagia dan Silka tampak bahagia dengan pencapaiannya. “Aku mau belanja buat perayaan ntar malam, kamu balik jam berapa?” tanya Silka kemudian.
1046.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
Sangkar Emas Sang Putri Tawanan

Sangkar Emas Sang Putri Tawanan

Tak perlu menunggu lama, berita kematiannya akan segera tersiar bagai daun kering diterbangkan angin musim gugur. Di kejauhan, sosok 'boneka' Hunter terlihat berjalan anggun dalam balutan gaun one-piece krem yang melambai lembut. Kaia tampak seperti lukisan hidup - kulitnya seputih porselen kontras dengan mata hazel yang berkilau bagai permata di bawah semburat jingga langit senja. Keanggunannya mengingatkan Henrik pada bunga sakura yang mekar di musim semi—begitu cantik namun rapuh. Tak heran setiap pria yang berpapasan dengannya langsung terpesona. Bahkan Henrik, dengan dua putri cantiknya, harus mengakui bahwa pesona Kaia berada di level yang berbeda.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
Terpenjara Sangkar Emas Tuan Muda

Terpenjara Sangkar Emas Tuan Muda

"Apa kau ingin ikut berenang denganku?" Aku tertegun. Mataku mengerjap beberapa kali seolah tidak bisa menutupi rasa gugup yang menyelimuti. Kini posisi Luca sudah menghadap ke arahku. Mulutku tiba-tiba terkunci saat mataku hanya tertuju pada dada bidang milik Luca. Tubuh bagian depannya memiliki tato yang hampir menutupi seluruh bagian perut serta dada sebelah kanan. Sedangkan di bagian dada sebelah kiri terdapat sebuah tato bertuliskan kalimat yang tidak bisa dibaca dari tempatku berdiri.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai sangkar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status