Menuju Matahari
“Sayang kami terhalang banjir Kali Kawah, dan sepertinya tak bisa melintas ke Gebang hingga besok pagi.”
“Walah, iya. Itu memang sungainya tidak karu-karuan begitu kalau banjir. Silakan bermalam saja di sini. Nanti saya sediakan makan secukupnya. Tapi ya tidak enak. Maklum, orang desa pedalaman. O, iya, kenalkan, saya Ni Sanadi, tetua di sini.”
Bajul tak menyembunyikan nama-nama mereka saat ganti memperkenalkan diri pada Ni Sanadi. Pramesti yang cantik ia katakan sebagai adiknya.