Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENDOBRAK KASTA BERMODAL CINTA

MENDOBRAK KASTA BERMODAL CINTA

Dia berjalan, mendadak menarik Ardi kemudian memeluknya. "Hentikan. Hei, kita ini sama-sama laki-laki. Kita tidak pantas melakukan ini," ucap Ardi kemudian tertawa dan menarik Pandu untuk kembali ke kediaman Kasoemo. * Wojo menemui Saras yang duduk terdiam di kursi sofa. Dia terus memikirkan perkataan menantunya itu tentang kebahagiaan Arum. Wojo kini duduk di depan Saras sambil menatapnya.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 491 Times as sardono w kusumo
Show Reviews (31)
Read
+Library
Inayati Soemoamiprodjo
Saya baca pertama sudah tertarik. author menyajikan kalimat demi kalimat dengan bagus. eh, konflik tidak terduga ada di tiap bab. Padahal awalnya saya kira bakal sama dengan cerita lain gitu2 saja. Ini semakin komplek masalahnya. Sumpah yang terlaksana. Saya akan menunggu author menyelesaikanya
Sari Yu
Ceritanya sangat menarik, kata-katanya sangat indah. Setiap babnya selalu membuat terpana bikin pengen baca kelanjutannya..amazing. Arum berlesum pipit dan pandu tampan..kayak apa ketemuannya lagi..pinisiriiiiin...
Read All Reviews
Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Ketika tangannya meraih botol dingin itu, sebuah tangan lain menyentuh tangannya. "Kau bersama Jumadi, bukan?" Suara rendah itu terdengar hati-hati. "Ya?" Cindy menoleh, menatap pria asing itu. "Aku Husron, manajer pemasaran Keluarga Kusuma," jelasnya lirih, nada suaranya sarat kekhawatiran. "Aku tahu gimana Jumadi diperlakukan. Itu memang nggak adil. Jasmin dan Alvaro menjatuhkannya. Namamu siapa?"
9.6151.6K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as sardono w kusumo
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

tanya Audi ke Mas Adry. "Mas pesen kepiting lada hitam sama jus alpukat, Dind." Lagi-lagi Mas Adry memanggil Audi demikian. Apakah nama panjangnya juga ada Dinda? "Kirain mas dah lupa makanan favoritku," ujarnya jemawa. Seakan hendak memamerkan bahwa Mas Adry berada di bawah kendalinya.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as sardono w kusumo
Read
+Library
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Iwan dan Bu Reva! Iwan, asisten kepercayaan Elang yang tadi dilarang Dinara untuk dihubungi berdiri di sana dengan senyum sopannya meski wajahnya menyiratkan sisa lelah. Dan di samping Iwan, berdiri Bu Reva yang membawa satu kantong besar berisi puding sutra buah dan aneka roti manis premium kesukaan Dinara. “Loh? Mas Iwan? Bu Reva?” Dinara berseru pelan, mencoba menegakkan kepalanya sedikit di atas bantal karena terkejut. “Kok... kok semuanya bisa datang barengan?”
108.6K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as sardono w kusumo
Read
+Library
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Gadis bertanya lagi. "Besok ialah malam satu Suro. Kita harus cepat bertindak, tapi aku butuh keris itu, Ujang. Bisakah kau menjemputnya beserta membawa Sanusi ke sini?" Pakdo Ramli mengeluarkan sarung keris yang terbuat dari kulit dari pinggangnya. "Tunjukkan ini pada Sanusi, agar dia percaya pada ucapanmu. Katakan padanya, sudah cukup dia bersembunyi dan terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri." "Baik, Pakdo." Ujang menerima sarung yang disodorkan Pakdo Ramli.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as sardono w kusumo
Read
+Library
Pengasuh Untuk Sang Duda

Pengasuh Untuk Sang Duda

Reno berniat menyuapi Selina. Selina tetap diam, tetapi tidak membuat Reno menyerah. Dia tetap menyodorkan baksonya kepada temannya itu. Sembari meracuni pikiran Selina agar mau menyantap bakso itu. "Baksonya Mang Ojak memang gak ada duanya loh. Enak pol, bikin nagih. Sekali makan, rasanya pengen nambah terus. Sampai kebawa mimpi pokonya."
1050.2K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as sardono w kusumo
Read
+Library
Remember When

Remember When

Dante “MAMAAA ….” Semua yang berada disitu tanpa terkecuali sontak beranjak dari posisinya. Devandro beserta Sumi muncul dengan peluh membanjiri tubuh mereka. “Aro, kamu nggak apa-apa, Sayang?” Lussi langsung mengambil alih Devandro dalam dekapan Sumi yang penuh akan memar disekujur tubuhnya. Tak henti-hentinya hujan ciuman Lussi beri di wajah gembul putranya itu.
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 377 Times as sardono w kusumo
Read
+Library
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Itulah perantara mereka, Warno. Warno adalah orang Hondaria. Begitu masuk, dia langsung berkata dengan logat Hondaria yang kental, "Pak Omran, inilah Master Sonda!" "Penyakit Juspita, dia pasti bisa menanganinya!" Omran menatap Sonda dengan waspada bercampur harapan. "Kamu yakin bisa menyelamatkan istriku?" Sonda melirik sekilas ke arah Juspita di ranjang, lalu berkata dengan bahasa Doraia yang terbata-bata, "Aku nggak bisa mengobati. Tapi aku bisa selamatkan hidupnya."
9.8562.8K viewsOngoingAdded to Library 17.4K Times as sardono w kusumo
Show Reviews (58)
Read
+Library
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Aduh Ndoro, Ini Sudah Berlebihan

Aduh Ndoro, Ini Sudah Berlebihan

tuntut Haryo dengan suara rendah namun mengancam, begitu Bi Sumi tiba di hadapannya. ​"M-maafkan saya, Tuan Besar..." Bi Sumi menunduk dalam-dalam, nyalinya kian ciut melihat urat kemarahan di rahang sang Tuan Besar. "S-saya gagal. Meja kerja Ndoro Brata sangat bersih, tidak ada satupun dokumen penting yang bisa kita pakai. Saya bahkan hampir ketahuan saat berusaha membongkar lacinya semalam..."
103.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as sardono w kusumo
Read
+Library
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

“Ayo, Kakak-Kakak, silakan duduk.” Para gadis langsung berebutan untuk mengisi bangku panjang yang disiapkan di dalam tenda terbatas itu. Sementara Harun dengan sigap menyuguhkan sotonya. Walaupun ia tiba-tiba harus sibuk, ia melakukannya dengan senang hati. Si ibu pemilik jualan pasti akan sangat kaget saat menyaksikan tempatnya sedang diserbu oleh para pembeli. “Kakak soto apa?”
691 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as sardono w kusumo
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status