Cinta Tanpa Suara
"Aku tidak butuh sarapan jika harus melihatmu berantakan seperti ini di pagi hari. Cepat bersiap, Gia. Atau aku akan berubah pikiran dan membatalkan janji temu dokter hanya untuk mengurungmu di sini."
Wajah Gia memanas. Semburat merah muncul di pipinya yang pucat. Ia segera mengambil susu itu dan meminumnya dengan terburu-buru, membuat kumis putih tipis tertinggal di bibir atasnya. Arkan terkekeh rendah—sebuah suara yang jarang terdengar namun sangat merdu di telinga Gia. Pria itu mendekat, menggunakan ibu jarinya untuk menghapus sisa susu di bibir Gia. Sentuhan itu lambat, sengaja, dan penuh muatan listrik yang membuat bulu kuduk Gia meremang.
인기 회차