NODA
ujarnya dengan mata berkaca-kaca, pandanganya fokus pada ombak di depan yang menggulung dan berarak menuju ke arah kami kemudian pecah begitu sampai di tepian.
"Sedih itu wajar, kecewa itu normal, dan marah itu pasti, tugas kita hanya menerima segala rasa dan tetap berada di jalan yang benar. Dan kamu hebat, bisa melawan amarah hingga sampai di titik ini, titik di mana dia menjadi anak yang begitu menyenangkan bagi semua orang dan dia ... sangat tampan," kataku mengusap sudut mata yang mulai basah itu.