Air Mata Suami dan Mertuaku
'Nikmati saja dulu kebahagiaan semu kalian ini, karena sebentar lagi akan ada kejutan terindah yang paling istimewa, yang akan kalian dapatkan spesial dariku!
"Jika memang sanggup dan sudah paham, saatnya aku pulang. Berlama-lama di sini membuatku gerah dan sedikit jenuh," pamit Marwa mengibaskan lima jari tangannnya pada wajah, seakan ingin mendapatkan udara untuk memberi kesejukan pada wajah dan tubuhnya yang mulai basah karena peluh.
"Sekali lagi terima kasih, ya, Nak! Mama--"