Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha
Dominasi maskulin sang Alpha King memancar begitu pekat, menciptakan dinding tak kasat mata dari energi maut untuk menghalau hawa lapar yang menekan dari atas.
"Tetap di belakangku, Luna-ku," geram Kael dengan suara yang berat dan penuh otoritas, getarannya meresap langsung ke dalam dada Lyra.
Lyra mencengkeram jubah hitam Kael yang membungkus tubuhnya, merasakan kehangatan tubuh sang Alpha King yang menjadi satu-satunya pelindung di tengah kekacauan ini. Di dalam pelukannya, sang bayi yang bermata satu emas dan satu perak berhenti menangis, seolah merasakan ketegangan primordial yang sedang terjadi. Lyra menatap ke atas dengan mata emas cairnya yang berpendar terang; sebagai keturunan terak
Bab Populer