Pemuas Nafsu Kakak Tiri
Senyum nakal yang tidak hanya melihat, tapi membayangkan.
Matanya tak seperti sebelumnya. Kini lebih tajam, melekat, dan menelanjangi dalam diam. Ia tidak bicara, hanya menatap dan dalam tatapan itu, ada hasrat yang disimpan.
“Kamu pikir aku bakal keluar setelah lihat kamu kayak gini?” suaranya rendah, dalam, dan penuh nada bermain.
Alya terhenyak. Ia menangkap ke mana arah mata itu tertuju, dan tanpa sadar segera menutup belahan dadanya dengan satu tangan, wajahnya meledak merah, bibirnya mengatup erat.
Hot Chapters